Thursday, June 3, 2010

Latar belakang Yahudi Laknatullah



Nama Yahudi diambil dari Yahuda. Yahuda adalah salah seorang putra nabi Yakub yang kemudian hari dijadikan nama salah satu kerajaan Israel yang pecah menjadi dua, setelah Sulaiman meninggal. Sedangkan nama Israel, sebagaimana disebutkan dalam kitab suci umat yahudi—adalah nama yang diberikan Tuhan kepada Yakub.

Bangsa Yahudi sangat terobsesi oleh kitab suci mereka, bahwa hanya merekalah satu-satunya bangsa yang dipilih oleh Tuhan untuk menguasai dunia ini. Mereka lalu berbuat banyak kerosakan-kerosakan di muka bumi dengan tujuan ingin menjadi penguasa dunia. Bahkan, mereka juga mengaku sebagai anak Tuhan.


Kerana keangkuhannya itulah, Allah menghukum bangsa Yahudi sehingga akhirnya menjadi warga negara kelas kambing yang tertindas di negeri Fir’aun (Mesir). Mereka juga diusir sebagai orang buangan oleh Nebukadnezar, bangsa Babilonia. Dijajah oleh Romawi. Dimusnahkan oleh Nazi, Jerman. Kesemuanya itu adalah hukuman Tuhan. Hukuman tersebut tidak membuat mereka serik, dan bertaubat. Malah menjadikan dendam kesumat dihati bangsa ini untuk melawan Tuhan, Allah Maha Pencipta.


Nabi Daud A.S, yang juga raja, menaklukkan bukit Zion yang merupakan benteng dari kaum Yabus. Nabi Daud AS tinggal di benteng itu dan diberinya nama: “bandar Daud”. Sejak itu Zion menjadi tempat suci dan dikeramatkan orang-orang Yahudi yang mereka percayai bahwa Tuhan tinggal di tempat itu.

Zionisme ialah gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina, yakni di bukit Zion dan sekitarnya. Walaupun Nabi Musa A.S tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.

Untuk mencapai cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan (keyahudian), keagamaan dengan mempergunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuannya. Zionisme menggunakan beberapa taktik dan tipu daya untuk mengurangi dan menghilangkan sama sekali penggunaan perkataan “Palestin”, yakni mengganti dengan perkataan-perkataan lain yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri itu. Digunakanlah nama “Israel” untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, sebab Zionisme di Palestin suka dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran. Kaum Zionis mengambil nama Israel adalah untuk mengelabui dan menipu seluruh dunia, bahwa negara Israel itu tidak akan menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh kaum Zionis. Pada hal dalam hakikatnya secara substansial tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israel dengan Zionisme. Israel sendiri berasal dari dua kata, isra mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.

Setelah melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 yang lalu, kaum Yahudi mengistiharkan dirinya adalah negara Israel. Dengan kemerdekaan yang telah dicapai, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan dunia untuk mendirikan negara sendiri. Mereka berhasil melaksanakan “amanat” yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896.




Sejak awal Israel sudah tidak diterima kehadirannya di Palestin, bahkan di daerah mana pun mereka berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestin, akhirnya mereka berramai - ramai datang ke Palestin. Kemasukan secara besar-besaran oleh kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an. Akibat pengalaman pahit, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk ditempati. Oleh itu Inggeris menawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestin untuk ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestin.

Herzl adalah The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan politiknya untuk merebut Palestin. Kemampuannya dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi. Sederetan orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditakluknya. Zionisme adalah otak dalam perebutan wilayah Palestin dan sekumpulan pembantaian yang dilakukan Yahudi.

Dengan kedatangan bangsa Yahudi ke Palestin secara besar-besaran, menyebabkan kemarahan besar penduduk Palestin. Gelombang pertama kemasukan Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga tahun 1903. Ketika itu sebanyak 25,000 orang Yahudi selamat dipindahkan ke Palestin. Ketika itu, mulalah terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestin oleh pendatang Yahudi. Bentrokan pun tidak dapat dapat dihindari. Kemudian gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914. Pada masa inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestin mulai merebak.

Pada tahun 1947, setelah mendapat mandat dari Inggeris keatas Palestin berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan. Resolusi DK PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 telah menjadikan Palestin menjadi tiga bahagian. Peristiwa ini mendapat halangan keras dari penduduk Palestin. Mereka melakukan demonstrasi besar-besaran bagi menentang Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) ini. Lain halnya yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan perayaan atas kemenangan besar ini.

Tahun 1956, Gurun Sinai dan Jalur Gaza telah dikuasai oleh Israel, setelah gerakan Islam di kawasan Arab dizalimi dan para pejuang Islam yang terlibat dalam peperangan dengan Yahudi di Palestin dihukum mati oleh rezim Mesir. 
Pada tahun 1967 Israel berjaya menduduki Tebing Barat. Setelah itu, seluruh wilayah Palestin telah dikuasai penjajahan Israel. Hingga saat ini, Israel hanya menggunakan cara kekerasan dalam usaha untuk menghancurkan kawasan warga Palestin dan supaya mereka berjaya menguasai seluruh tanah Palestin.

Senarai buku yang MESTI dibaca:
  1. Fourth Reich of the Rich,
  2. International Jews by Henry Ford
  3. None Dare Call It Conspiracy by Allen, Gary.
  4. Censored History by Eric D.Butler
  5. Protocols of the meeting of the elders of zions by Victor E. Marsden
  6. Proofs of Conspiracy by John Robinson
  7. The Ultimate World Order: As picture in"The Jewish Utopia" by Robert H Williams

No comments:

fb