Showing posts with label nasihat. Show all posts
Showing posts with label nasihat. Show all posts

Friday, December 21, 2012

Tazkirah Jumaat : Dahsyat Alam Kubur


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

                        "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

                        Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata."  Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

                          Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."

                        Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat  "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."

                        Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."

                        Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut  didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."

                        Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat  itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."

                        Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:

Menjaga sembahyang lima waktu

Banyak bersedekah

Banyak membaca al-quran

Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)

Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:

Dusta

Kianat

Adu-adu

Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."

                        Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."

                        Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."

                        Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."

                        Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.

                        Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).

                        Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."

                        Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."

                         Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."

                        Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."

                        Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:

Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.

Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.

Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.

Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.

Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.

                        Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.

                        Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung  membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

                        Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:

Ketika melihat Malakulmaut

Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier

Ketika menghadapi hisab dihari kiamat

                        Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:

Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam

Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat

Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.

                        Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:

Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar

Mudah dan ringan hisabnya

Diampunkan segala dosanya

                        Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:

Ketika mati

Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut

Ketika hisab

Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat

                        Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:

Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."

atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."

                        Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.

                        Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."

                        Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."

                         Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pengsan)

                        Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."

                        Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."

                        A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

 Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem.

Credit to http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/siksaalamkubur.htm

Friday, October 28, 2011

Cerpen : Jangan Tinggalkan saya mama!

Jangan lupa untuk tekan butang Like & Share selepas anda baca ♥

-Suatu Kisah Yang Sedih- (Sediakan tisu sebelum baca)

20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang bayi laki-laki, wajahnya comel tetapi nampak bodoh. Ali, suamiku memberinya nama Yusri. Semakin lama semakin nampak jelas bahawa anak ini sedikit terkebelakang. Saya berniat mahu memberikannya kepada orang lain sahaja supaya dijadikan budak atau pelayan bila besar nanti. Namun Ali mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.Pada tahun kedua kelahiran Yusri, saya pun melahirkan pula seorang anak perempuan yang cantik. Saya menamakannya Yasmin. Saya sangat menyayangi Yasmin, begitu juga Ali. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikan pakaian anak-anak yang indah-indah. Namun tidak demikian halnya dengan Yusri. Ia hanya memiliki beberapa helai pakaian lama. Ali berniat membelikannya, namun saya selalu melarang dengan alasan tiada wang. Ali terpaksa menuruti kata saya.

Saat usia Yasmin 2 tahun, Ali meninggal dunia. Yusri sudah berumur 4 tahun ketika itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin bertambah. Saya mengambil satu tindakan yang akhirnya membuatkan saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya bersama Yasmin. Saya tinggalkan Yusri yang sedang tertidur lelap begitu saja.

Setahun.., 2 tahun.., 5 tahun.., 10 tahun.. berlalu sejak kejadian itu. Saya menikah kembali dengan Kamal, seorang bujang. Usia pernikahan kami menginjak tahun kelima. Berkat Kamal, sifat-sifat buruk saya seperti pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang. Yasmin sudah berumur 15 tahun dan kami menyekolahkan dia di sekolah jururawat. Saya tidak lagi ingat berkenaan Yusri dan tiada memori yang mengaitkan saya kepadanya. Hinggalah ke satu malam, malam di mana saya bermimpi mengenai seorang anak. Wajahnya segak namun kelihatan pucat sekali. Dia melihat ke arah saya. Sambil tersenyum dia berkata;

"Makcik, makcik kenal mama saya? Saya rindu sekali pada mama!"

Saturday, September 10, 2011

Usrah : Sebelum dan Selepas

1. KETIKA MENCARI CALON

Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita. Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
...
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua/wali si gadis, tetapi meminta kepada Allah melalui orang tua/wali si gadis.

3. KETIKA AKAD NIKAH

Anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu,tetapi menikah di hadapan Allah

4. KETIKA RESEPSI PERNIKAHAN

Catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendoa’kan anda, kerana anda harus berfikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berfikir untuk BERCERAI kerana menyia-nyiakan do’a mereka.

5. KETIKA MALAM PERTAMA

Bersyukur dan bersabarlah. Anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat.

6. SELAMA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA

Sedarilah bahawa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tapi juga semak belukar yang penuh onak dan duri.

7. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA GOYANG

Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan

8. KETIKA BELUM MEMILIKI ANAK.

Cintailah isteri atau suami anda 100%

9. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK.

Jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda,tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.KETIKA EKONOMI KELUARGA MERUDUM

Yakinlah bahawa pintu rezeki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.KETIKA EKONOMI BERKEMBANG

Jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita

12.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI

Boleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri memerlukan pertolongan Anda.

13.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI

Tetaplah berjalan dengan gemalai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

Friday, August 12, 2011

Dorang yang pakai serban dan tudung labuh ni jahil!

Selepas peristiwa bersih 2.0 , saya turun kembali ke Kuala Lumpur untuk melihat sisa-sisa kerosakan yang berlaku dan membuat sedikit pemerhatian kepada peniaga-peniaga di sekitar KL ..hasilnya tiada sisa cermin pecah..kesan terbakar bom api..dan tiada bangunan yang rosak...malah peniaga-peniaga berkata hasil jualan mereka terpaksa ditambah stok seminggu sebelum bersih...dan ketika bersih mereka diarahkan menutup kedai oleh pihak berkuasa..namun bagi peniaga barangan runcit .ada juga yang terus berniaga...lupakan seketika ...kita rujuk kepada laporan bursa saham yang menyatakan urusniaga dan nilai saham melonjak pada 9 julai ..seperti laporan the econimist yang di sunting penerbitannya di Malaysia oleh KDN akibat laporan itu...

Saya sudah berjalan pulang..menaiki tren KTM dari Bank Negara menuju ke Petaling Jaya.. KTM agak lambat sedikit..saya duduk di balik tiang berhadapan tangga masuk

Wednesday, August 10, 2011

Cinta Dalam Tembikai

Saya nak ceritakan satu kisah antara si isteri, suami, dan 3 biji tembikai.
Satu hari, si suami pulang dari kerja dengan membawa 3 biji tembikai yang dibelinya. Dengan hati yang gembira, si suami segera menyuruh isterinya membelah sebiji tembikai. Akan tetapi, tembikai pertama itu tidak manis.

Lalu si suami menyuruh si isteri membelah tembikai kedua pula. Kali ini, tembikai yang dibelah tidak cukup masak. Si suami yang dari tadi menunggu dengan sabar terus menggesa isterinya membelah tembikai yang ketiga.

Jeng...Jeng...Jeng...

Tembikai yang ketiga itu pula busuk isinya...
Dengan hati yang membara, si suami terus menendang dinding rumah mereka sambil meradang, "Kenapa semua tembikai ni busuk?! Tadi saya cuba rasa sebelum beli OK jer! Ni mesti apek tu tipu saya! Nak kene apek ni... Siap kau!"

Dengan nada selamber tapi sopan, si isteri berkata, "Abang...Abang marah kat siapa ni?"

"Awak tak boleh teka ke? Mesti la saya marah kat apek jual tembikai ni! Bengang betul saya!" balas si suami.

"Owh...Abang marah dekat Allah yer?"

Thursday, June 9, 2011

Perkara-Perkara Yang Membatalkan Akidah


Saudara muslim.  Ketahuilah, bahawa terdapat beberapa perkara yang boleh membatalkan akidah seseorang. Antara yang paling banyak terjadi ialah sepuluh perkara. Maka hindarilah diri anda daripadanya.

Pertama, Syirik iaitu mempersekutukan Allah dalam ibadat. Firmannya yang bermaskud: Sesungguhnya sesiapa yang mempersekutukan Allah, nescaya Allah mengharamkan syurga baginya dan tempat tinggalnya (kekal) didalam neraka, dan tiada penolong bagi orang orang yang zalim”. (surah Al Maidah ayat 72).

Thursday, June 24, 2010

Nasi Lemak Kecil dan Nasi Lemak Besar

Bismiilah, pembuka bicara..

Ya Allah,bukakanlah pintu hati kami menggapai redhaMu..

"Along,sekejap lagi,belikan Bihun goreng dekat kedai kak Zah ya"pesan Ummi seusai mengerjakan solat subuh.

"Kedai Kak Zah?"

"Kedai Kak Zah sebelah kedai ikan Ah Soon tu"balas ummi.Ummi segera bersiap untuk ke sekolah,untuk mendidik anak bangsa menjadi insan yang berguna.tugas yang mulia tahu?

"Oh,okey.."

Pagi itu,sunyi sepi.ye lah,semua ke sekolah.sekarang bukan musim cuti sekolah.kalau Syafiq nak ke sekolah buat apa?Buat sibuk?

hahahhahaa(ketawa macam penjahat)

selesai mandi,maka berangkatlah syafiq ke kedai kak Zah.hati tertanya,kenapa bihun Kak Zah yang menjadi pilihan.Sedapkah?Apa yang luar biasanya?Isi daging gajah ke?Entahlah,syafiq pun belum pernah merasa.Kalau sesiapa yang ingin merasa bihun yang digelar bihun Kak Zah,datanglah ke pekan Sanglang yang terletak di utara kedah.pekan Sanglang sebarang pekan tau..!!

Promote sempena cuti-cuti Malaysia..

Balik di kedai Kak Zah,Bila ditanya pada pemilik kedai,jawapnnya bihun tak ada.Kecewanya hati Tuhan yang tahu.penatnya aku bergaya semata-mata nak beli bihun Kak Zah rupanya tak ada!!Sedih!!kecewa!!Segalanya bercampur baur.Hati menggumam,aduhai......

Motor Yamaha 1000 cc pun dihidupkan.Pantas meredah angin lalu sampai ke warung terdekat untuk membeli nasi lemak.Dicapainya beg plastik berwarna biru dicapai.Aku mencapai sebungkus nasi ayam.Kemudian,mata melirik,ingin memilih nasi lemak bilis dan telur pula.

"Uish,nak pilih yang mana ni?Yang besar ke yang kecil?"hati bertanya.lantas,aku mencapai sebungkus nasi lemak yang kecil,dua nasi lemak yang bersaiz besar.Selesai membayar,aku pun pulang dengan hati yang girang.

Setelah selesai membancuh teh kosong dengan sedikit perahan limau nipis,aku mencapai nasi lemak.Sebungkus nasi lemak yang kecil dan sebungkus nasi lemak yang besar.Mula-mula,aku habiskan nasi lemak yang kecil dulu.


Bismillah...Syukur kepada Allah atas rezeki ini...

"Sedapnya sambal tumis ni!nasi pun terasa lemak peahan santannya.Pandai masak.."Puji hati kepada tukang masak nasi lemak kecil.

bila habis je nasi lemak kecil,dicapainya pula nasi lemak bersaiz besar.mesti sedap ni.Hati meneka..

Dibukanya nasi lemak yang besar lalu aku jamah.

"Alahai,tak de la sedap sangat pun."Hati mula komen yang bukan-bukan.jangan tiru macam saya!

Pasti pembaca tertanya-tanya,baki dua nasi lemak lagi nak bagi kat siapa?

berhenti makan sebelum kenyang!

Adakah mesej ini yang cuba disampaikan.?Tidak ye,maaf..

maaf sangat sebab muqadimah dah panjang.baiklah para pembaca,mari...

mari,duduk sebelah Syafiq,kita bicara.Kita muhasabah.Kita hitung diri.Kita bicara tentang hati..Jom?

Apa kaitannya dengan nasi lemak?nasi lemak kecil?nasi lemak besar?

Inilah bicaranya bermula..

Kita sibuk mengejar ilmu.Ya,ilmu itu penting.ilmu lebih penting dari segala-galanya.bagaimana kita nak beribadah jika kita tiada ilmu tentang ibadah?

Dewasa kini,begitu ramai graduasi yang lulus berpangkat tinggi dari universiti tempatan.Tidak kurang juga yang membawa pulang sijil bertauliah dari universiti terkemuka luar negara.Tak lupa juga yang membawa pulang sijil nikah dari luar negara,sekurang-kurangnya mereka tidak terjebak dengan maksiat.Alhamdullillah.Ramai antara mereka yang berjaya.Syukur....

tetapi,berapa ramaikah yang benar-benar ber'ilmu' jika dibanding dengan mereka yang tidak berilmu?

Saidina Ali krw pernah berkata,"Ilmu tanpa amal ibarat pohon tidak berbuah"

Pohon tidak berbuah?Seumpamanya pohon mempelam(juga dikenali sebagai mangga) di belakang rumah.Kalau tidak berbuah,apa kita akan buat?Adakah kita akan makan daun?Sudah tentu kita mahukan buahnya bukan?tetapi kalau tidak berbuah,apa kita akan buat pada pohon itu,pasti kita akan tebang dan menggantikan dengan pohon yang benar-benar boleh menghasilkan buah.

Itulah realitinya.hari ini,kita lebih memilih kepada tebalnya himpunan sijil daripada tebalnya pengamalan ilmu di dalam diri.Kita lebih memilih kuantiti daripada kuantiti.

kita kaitkannya dengan solat.Ya,kita tahu rukun Islam itu mestilah menunaikan solat fardhu bahkan kita tahu balasan meninggalkan solat.kalau tak tahu tentang tu,saya beritahu....

baca di bawah ya...(^^,)

Renungan:
Barang siapa yang meninggalkan sembahyang fardu, seksanya umpama:-

Subuh:
Allah akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam selama 60 tahun.

Zuhur:
Dosanya seperti membunuh seribu orang Islam.

Asar:
Dosanya seperti meruntuhkan Kaabah.

Maghrib:
Dosanya seperti berzina dengan ibu atau bapanya sendiri.

Isyak:
Allah berseru kepada mereka, “Hai orang yang meninggalkan solat Isyak, bahawa Aku tidak lagi reda engkau tinggal di bumi-Ku dan menggunakan nikmat-nikmat-Ku.” Segala gerak – gerinya seperti pakai, makan, tidur adalah berdosa kepada Allah.

haa..lepas ni jangan buat tak tahu ya?

Apa gunanya walaupun kita mendapat A+ di dalam kelas jika solat kita tinggalkan..?Amalkan ilmu kita ya.Nak dengar cerita lain pula.Ada cerita mantap lagi..!!

Pada zaman pemerintahan Saidina Umar Al khatab,terdapat sekumpulan kanak-kanak sedang riang bermain.Lalu,mereka mendapat tahu bahawa saidina Umar sedang melalui kawasan itu.lantas,semuanya lari bertempiaran.Saidina Umar terkenal dengan ketegasannya.Tinggal seorang kanak-kanak yang masih terus bermain tanpa menghiraukan Saidina umar.lantas,Saidina Umar pun bertanya,

"Ya anakku,mengapa engkau tidak lari daripadaku?"

kanak-kanak kecil itu menjawab."mengapa aku harus lari,sedang engkau juga makhluk Allah sepertiku?Engkau tidak mampu mendatangkan mudarat kepadaku melainkan dengan izin Allah."

Para pembaca yang dimuliakan Allah,

seandainya diberi pilihan,yang mana pilihanmu,nasi lemak sedikit tetapi sedap ataupun nasi lemak besar yang banyak?

pilihlah sendiri...

Tuesday, June 22, 2010

Pencuri Kain Kafan



Diriwayatkan ada seorang lelaki yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginannya untuk bertaubat kepada Allah SWT.

Dia berkata: "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku melihat tujuh perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat berkenaan. Lantaran aku berasa insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat".
 "Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kearah kiblat. Tetapi apabila aku menggali semula kuburnya pada malam hari, aku lihat wajahnya memaling dari arah kiblat. Mengapa terjadi demikian hai tuan guru?" tanya pemuda itu.

Lantas ahli ibadah itu menjawab: "Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang mensyirikkan Allah SWT sewaktu hidupnya. Lantaran Allah SWT menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka daripada menghadap kiblat, bagi membezakan mereka dari golongan muslim yang lain."

Sambung pemuda itu lagi: "Golongan kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok ketika dimasukkan ke liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, aku lihat wajah mereka bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?"

Jawab ahli ibadah itu: " Mereka itulah yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat adalah amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat maka sempurnalah segala amalan kita yang lain."

Pemuda itu menyambung lagi: " Golongan ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa saja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak dari perutnya itu.

"Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda." balas ahli ibadah itu lagi.
"Golongan keempat, kulihat mayat yang bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu hai tuan guru?"

Jawab ahli ibadah itu: " Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada ibubapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah SWT sama sekali tidak redha kepada anak yang derhaka kepada ibubapanya."
"Bagaimana pula golongan yang kelima? Aku lihat ada pula mayat yang kukunya panjang hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya."

"Mereka adalah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Ketika hidup, mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih dari tiga hari. Bukankah Rasulullah SAW pernah bersabda bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa lebih daripada tiga hari bukanlah termasuk dari kalangan umat baginda." jelas ahli ibadah itu.

Berkata lagi pemuda itu: "Golongan keenam yang aku lihat, sewaktu siang lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali kubur itu, aku lihat mayat itu terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang sangat busuk baunya."

"Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya." jawab ahli ibadah tadi dengan ringkas.

Akhir sekali, pemuda itu bertanya mengenai golongan yang terakhir yang dilihatnya: " Wahai guru, golongan terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?"

Jawab ahli ibadah: " Mereka ialah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan disisi Allah SWT baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya."

Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah SWT kita datang dan kepada Allah jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah sekalipun.

RENUNG-RENUNGKANLAH DAN JADIKANLAH PEDOMAN WAHAI SAHABAT....

'DAN BERILAH PERINGATAN, SESUNGGUHNYA PERINGATAN ITU AMATLAH BERGUNA KEPADA KAUM MUKMININ'

Cinta Marah vs Cinta Benci

"Saya masih ingat sikap `unik' (aneh) sesetengah orang-orang tua kampung dulu-dulu. Ruang di bawah rumah mereka selalunya diperuntukkan untuk meletakkan barang usang yang `kurang' atau tidak perlu. Selalunya botol-botol, tin-tin atau papan-papan buruk. Entah kenapa semua itu tidak dibuang. Hanya di letakkan begitu sahaja. Diguna tidak, dibuang pun tidak. Peliknya, apabila barang-barang `antik' itu hendak diambil oleh orang lain, cepat-cepat pula mereka melarangnya. Tak boleh – nak guna, sayang, dan macam-macam alasan.

Itulah sebuah analogi yang terlintas di fikiran bila saya ditanya tentang kemarahan umat Islam terhadap penyiaran karikatur menghina nabi Muhammad s.a.w oleh akhbar-akhbar Eropah khususnya Denmark.

"Encik tidak marah?" tanya seorang siswa sehabis sahaja majlis diskusi tentang topik berkenaan.

"Marah," akui saya perlahan.

"Tak cukup begitu sahaja. Esok kita berarak, bakar bendera Denmark!"

Saya senyum.

"Kita ada cara yang lebih baik. Ada senjata yang lebih hebat. Doa," balas saya.

"Kita kena tunjuk kemarahan kepada mereka yang menghina Rasul."

"Menunjukkan kecintaan kepada Rasul lebih utama."

"Marah itulah tanda kecintaan kita…"

"Betul. Tetapi membuktikan kecintaan dengan mengamalkan sunnahnya jauh lebih utama."

"Encik takut?"

Saya renung matanya.

"Mengamalkan sunnah Rasul memerlukan lebih keberanian… Tentangannya lebih hebat. Bahkan daripada orang Islam sendiri," tusuk saya perlahan.

"Kita bakar bendera mereka!"

"Kita `bakar' cara hidup mereka. Itu lebih relevan."

Giliran dia pula yang diam. Mungkin siswa yang `terbakar' ini mula mengunyah maksud kiasan saya.

Lalu saya ceritakan analogi awal tadi. Alhamdulillah, dia mendengar teliti.

"Kita dengan sunnah, seperti orang tua-tua dahulu dengan barang-barang usang di bawah rumah. Nak digunakan tidak, nak dijunjung jauh sekali, tetapi bila ada orang lain nak mengambilnya, barulah heboh konon nak digunakan."

"Bagaimana kita hendak tunjukkan perasaan marah?"

"Demontrasi depan manusia. Depan Allah, kita berdoa. Kita muhasabah, sejauh mana kecintaan kita kepada Rasul-Nya. Mungkin provokasi Barat membawa pengajaran tersirat."

"Pengajaran tersirat?"

"Ya, tersirat dari Allah… agar kita menilai semula benar-benarkah kita mencintai sunnah Rasul-Nya selama ini."

"Kemarahan ummah inilah buktinya," ujarnya bersemangat.

"Kemarahan cuma bermusim. Hanya luapan sentimen berkala. Namun kegigihan, kebijaksanaan, perancangan dan ketabahan jangka panjang amat perlu."

"Maksud encik?"

Jelas dia terpancing dengan kilasan dan kiasan kata-kata.

"Jangka panjang, sudahkah kita mendidik generasi muda mencintai Rasul dan keluarganya? Saya risau generasi muda yang mabuk hedonisme kini tidak akan punya kemarahan yang sama seperti yang saudara alami."

"Saya ada kawan-kawan sebaya yang hidupnya lintang pukang, tapi masih marah bila Rasulullullah dipersendakan. Mereka akan turut berarak esok!"

"Hidup lintang-pukang? Macam mana tu?" tanya saya minta kepastian.

"Rock habis. Sembahyang tidak. Bergaul bebas biasalah… tapi cinta mereka terhadap Rasul tak luntur."

"Ajak mereka sembahyang dulu. Tak berarak pun tak apa. Cinta dulu, marah kemudian. Bila ada cinta, pasti ada marah bila kecintaan dicela. Tapi kalau marah saja, belum tentu ada cinta… "

Dia diam lagi. Kali ini diamnya lebih panjang.

"Agaknya orang tua tu marah tak kalau kita ambil barang-barang berharga di atas rumah?" tanyanya tiba-tiba.

"Orang tua mana?" tanya saya semula. Hairan.

"Orang tua dalam analogi encik tadi itulah!"

"Soalan tu kurang umph," gurau saya.

"Habis soalan apa yang umph?"

"Agaknya orang berani tak hendak minta barang di atas rumah? Berbanding barang usang di bawah rumah?" balas saya.

Termenung lagi dia. Seronok rasanya `membimbing' siswa ini berfikir. Terimbau luapan semangat saya sewaktu di kampus dulu. Beginilah pola berfikir saya. .

Tiba-tiba dia bersuara, "tentu tak berani, kerana barang di atas rumah tentu lebih berharga."

"Begitulah sunnah, jika dihayati, diamalkan dan diperjuangkan. Ia nampak sangat berharga di tangan pencintanya. Musuh tak kan berani mengusiknya, apalagi nak menghinanya…"

"Encik ni, tak sangka ke situ pula kiasannya."

"Kita orang Islam mesti menghormati diri sendiri terlebih dahulu, barulah orang lain akan menghargai kita. Justeru, jika kita marahkan musuh yang mengecam Rasul, marahkanlah juga diri kita yang tidak benar-benar mencintainya!"

"Dan… bukti cinta amalkan sunnah Rasul. Itulah cara paling berkesan mempamerkan `kemarahan' kepada musuh-musuh yang menghinanya."

Alhamdulillah, saya yakin, kini marahnya kerana cinta bukan kerana benci. Dominasi cintakan Rasul bukan emosi bencikan musuhnya!"

www.u-jam.blogspot.com

Kosong atau Berisi?

alhamdulillah..marilah sama2 kita hayati kisah teladan ini...buat renungan bersama..insya Allah..

.........Al-kisah................

"Sayang, tengok nih..Cantiknya Al-Quran nih..Warna keemasan..Sesuai untuk kita buat hantaran" pekik Jamilah kepada Nabil..

"Sini pun cantik juga..Warna unggu keemasan..Mana satu kita nak beli nih" balas Nabil..

Mereka sedang asyik mencari bahan-bahan untuk dibuat hantaran..Tinggal satu lagi yang masih dicari-cari iaitu Al-Quran yang bakal dijadikan hantaran..

"Tapi, yang ni lagi best, ada terjemahan arab" keluh Jamilah..

"Ala, awak bukan reti pun bahasa arab" jawab Nabil..Tergelak Jamilah..Berbahagia rasanya dapat calon suami seperti Nabil..Prihatin..

"Apa yang saudara cari tu..Nampak seronok saya lihat" tegur pakcik berbaju putih..Jaluran baju ke bawah menampakkan lagi seri wajah seorang pakcik dalam lingkungan 40-an..

"Oh, kami cari Al-Quran..Nak buat hantaran..Maklumlah, nak bina masjid" sengih Nabil..

Jamilah ikut senyum tidak jauh dari situ..

"Oh. Bagus lah..Adik selalu baca waktu bila?" pakcik menyoal sambil tersenyum..

"Aa..... aa.... lama dah saya tak baca, pakcik" teragak-agak Nabil menjawab..Jamilah sudah di sebelah rak yang lain..

"Kalau gitu, tak perlu lah beli Al-Quran kalau sekadar hantaran...Kesian Al-Quran...Itu bukan kitab hiasan, dik" tegur pakcik berhemah...

"Alah, pakcik nih..Kacau daun pulak urusan orang muda..Kami beli ni nak baca la" tiba-tiba Jamilah muncul dengan selamba jawapannya..

"Oh, baguslah..Kalau gitu beli lah tafsir ArRahman..Ada tafsiran lagi" cadang pakcik..

Mukanya nampak seperti orang-orang ahli masjid..

"Ala, besar lah pakcik..Kami nak pilih nih..Kiut lagi" senyum Jamilah mengangkat bungkusan Al-Quran warna unggu keemasan..Saiznya kecil..

"Jangan lupa baca ya" pakcik dengan selamba sambil meninggalkan pasangan tersebut..

"Sibuk je la pakcik tu" Jamilah mengomel..

Nabil kelihatan serba salah..Mungkin ‘terpukul’ dengan kata-kata seorang pakcik yang muncul secara tiba-tiba..

Hari yang dinantikan sudah tiba..Mereka sudah bersolek..Hari nan indah..Terlalu indah buat pasangan teruna dan dara yang bakal disatukan..Nabil dan Jamilah tidak sabar-sabar menantikan ucapan indah tersebut..Pak imam baru sahaja sampai..

"Assalamualaikum semua" ucapan salam Pak Imam bergema..

Nabil bagai hidup semula..Dirinya terkejut..Jantung bagai gugur serta merta..Mungkin tidak percaya apa yang dipandangnya dihadapan..Ahli-ahli keluarga berebut-rebut bersalaman dengan Pak Imam..Mukanya berseri-seri..Janggutnya putih..Jubah putih..

Rambutnya ada yang berwarna putih..

"Inikah pengantin hari ini?" tegur selamba Ustaz Saad..

"Pak...... Ustaz... kabar baik, pak..... usta.. ustazz.." jawab Nabil mengigil..Jamilah juga terkebil-kebil melihat kelibat orang yang dikenali di kedai buku 2 bulan lalu..

"Oh, sebelum tu, saya suka mendengar bacaan adik Nabil..Mudah-mudahan kita dapat mengambil manfaat dari bacaan pengantin" cadang Ustaz Saad..Kelihatan orang ramai mengiyakan..Maklumlah, ustaz Saad merupakan antara orang dikenali oleh ahli-ahli sebagai penceramah tetap setiap hari Khamis selepas maghrib..

Nabil menelan air liur..Baginya inilah saat paling menyeramkan bagi dirinya..Peluh membasahi baju melayu satin berwarna putih..

"Ss....... su.... surah apa ustaz?" Nabil cuba mengagahkan diri..Jamilah masih melihat dari tepi tirai..Memegang kepalanya..Seperti mengagak benda yang sebaliknya berlaku..

"Oh, ayat yang mudah ja..Baca 3 ayat Surah ArRa’d" kata ustaz Saad sambil menunjukkan baris giginya yang putih hasil bersugi setiap solat mengikut sunnah nabi..

"Surah Ar Ra'd?! Apa benda nih” detik hati Nabil..

“Bismillahirrahmaani rrahim..ALL. .MAA.. RIII..!!” berlagu Nabil..

Kelihatan gemuruh satu rumah pengantin perempuan..Ada yang keluar dari rumah menahan gelak..Ada yang mengeluarkan air mata menahan kelucuan..Ada yang menggeleng-geleng kepala..Ibu bapa Jamilah merah padam wajahnya..Jamilah entah ke mana, mungkin berpura-pura ke tandas..

"Baru ustaz tahu ada kalimah almari di dalam Al-Quran..Adik Nabil, cara bacanya seperti begini : A’uzubillahiminnassy aitaanirrajim.. Bismillahirrahmanir rahim.. ALIF.. LAMM.. MIMMM... RAA..” kedengar suara gemersik Ustaz Sa’ad..

Orang ramai kelihatan ingin mendengar lebih banyak lagi alunan irama Al-Qurannya..

Nabil berasa seperti kilat menyambar kepalanya..

"Nabil, kamu jangan merendah-rendahkan kitab petunjuk iaitu Al-Quran..Ianya hendaklah dibaca bukan sekadar dijadikan hantaran..Malah lebih malang perlakuan seperti ini seolah-olah menghina Al-Quran..Beli Al-Quran kemudian menaruh di tempat-tempat tinggi seolah-olah ianya sudah cukup bagi seorang muslim" tazkirah sudah bermula..Orang ramai memang senang cara penyampaian ustaz Sa’ad..

"Tinggi mana pun kamu belajar, tiada gunanya kitab yang tidak berubah ini tidak mampu kamu baca..Kitab ini pasti begini rupanya, ayatnya tetap sama, kedudukannya tidak sama.. Malah, ketahuilah Allah akan menjaganya sehingga hari kiamat..Nabil, kalau kamu tahu orang-orang yang mengaku kitab AlQuran sebagai kitab petunjuk kemudian diabaikan dia pasti dilaknat oleh Al-Quran itu sendiri..Tetapi beruntungnya orang-orangnya memanfaatkan AlQuran setiap hari, membacanya, menghafalnya, mengamalkan menjadikan hati terlalu tenang walapun dia bukannya seorang yang tinggi pelajarannya, kaya hidupnya dan sebagainya.." penutup Ustaz Sa’ad sudah dikagumi orang terutama yang mengikuti ceramahnya..

Hari semakin cepat berlalu..................... Nabil sudah melalui hari-hari yang indah..Kitab Al-Quran yang menjadi hantaran pertunangan sudah menjadi diari kehidupannya yang aktif setiap hari.. "Pit!.. Pit! Jangan lupa datang rumah ustaz malam nih. Kita belajar sama-sama. Jangan lupa bawa isteri sekali ya Nabil.." SMS dari ustaz Sa’ad tiba..Jamilah senyum disisi suaminya, Nabil...

alhamdulillah...

apa yang kita dapat pelajari dari kisah di atas?..(^_^)

sebelum bernikah..maka check diri terlebih dahulu..adakah sudah mempunyai isi? atau hanya bekas yang kosong sahaja?..(^_^)

kalau tak nak nikah, tak perlu muhasabah diri (check diri)? ish..tak boleh..kena check juga..sebab nanti nak balik..ke nak balik dalam keadaan diri tak terurus?..(^_^)

selamat bermuhasabah diri...insya Allah..wallahua'lam..


Dari : http://u-jam.blogspot.com/

Saturday, May 29, 2010