Showing posts with label tazkirah. Show all posts
Showing posts with label tazkirah. Show all posts

Friday, December 21, 2012

Tazkirah Jumaat : Dahsyat Alam Kubur


Abul-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Albaraa' bin Aazib r.a. berkata: "Kami bersama Nabi Muhammad s.a.w keluar menghantar jenazah seorang sahabat Anshar, maka ketika sampai kekubur dan belum dimasukkan dalam lahad, Nabi Muhammad s.a.w duduk dan kami duduk disekitarnya diam menundukkan kepala bagaikan ada burung diatas kepala kami, sedang Nabi Muhammad s.a.w mengorek-ngorek dengan dahan yang ada ditangannya, kemudian ia mengangkat kepala sambil bersabda: "Berlindunglah kamu kepada Allah dari siksaan kubur.". Nabi Muhammad s.a.w mengulangi sebanyak 3 kali." Lalu Nabi Muhammad s.a.w bersabda:

                        "Sesungguhnya seorang mukmin jika akan meninggal dunia dan menghadapi akhirat (akan mati), turun padanya malaikat yang putih-putih wajahnya bagaikan matahari, membawa kafan dari syurga, maka duduk didepannya sejauh pandangan mata mengelilinginya, kemudian datang malaikulmaut dan duduk didekat kepalanya dan memanggil: "Wahai roh yang tenang baik, keluarlah menuju pengampunan Allah dan ridhaNya."

                        Nabi Muhammad s.a.w bersabda lagi: "Maka keluarlah rohnya mengalir bagaikan titisan dari mulut kendi tempat air, maka langsung diterima dan langsung dimasukkan dalam kafan dan dibawa keluar semerbak harum bagaikan kasturi yang terharum diatasbumi, lalu dibawa naik, maka tidak melalui rombongan malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang harum ini?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan sehingga sampai kelangit, dan disana dibukakan pintu langit dan disambut oleh penduduknya dan pada tiap-tiap langit dihantar oleh Malaikat Muqarrbun, dibawa naik kelangit yang atas hingga sampai kelangit ketujuh, maka Allah berfirman: "Catatlah suratnya di illiyyin. Kemudian dikembalikan ia kebumi, sebab daripadanya Kami jadikan, dan didalamnya Aku kembalikan dan daripadanya pula akan Aku keluarkan pada saatnya." Maka kembalilah roh kejasad dalam kubur, kemudian datang kepadanya dua Malaikat untuk bertanya: "Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: Allah Tuhanku. Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Agamaku Islam" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Dia utusan Allah". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya membaca kitab Allah lalu percaya dan membenarkannya" Maka terdengar suara: "Benar hambaku, maka berikan padanya hamparan dari syurga serta pakaian syurga dan bukakan untuknya pintu yang menuju kesyurga, supaya ia mendapat bau syurga dan hawa syurga, lalu luaskan kuburnya sepanjang pandangan mata."  Kemudian datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya dan harum baunya sambil berkata: "Terimalah khabar gembira, ini saat yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Lalu bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Saya amalmu yang baik." Lalu ia berkata: Ya Tuhan, segerakan hari kiamat supaya segera saya bertemu dengan keluargaku dan kawan-kawanku."

                          Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Adapun hamba yang kafir, jika akan meninggal dunia dan menghadapi akihirat, maka turun kepadanya Malaikat dari langit yang hitam mukanya dengan pakaian hitam, lalu duduk dimukanya sepanjang pandangan mata, kemudian datang Malaikulmaut dan duduk disamping kepalanya lalu berkata: "Hai roh yang jahat, keluarlah menuju murka Allah." Maka tersebar disemua anggota badannya, maka dicabut rohnya bagaikan mencabut besi dari bulu yang basah, maka terputus semua urat dan ototnya, lalu diterima akan dimasukkan dalam kain hitam, dan dibawa dengan bau yang sangat busuk bagaikan bangkai, dan dibawa naik, maka tidak melalui malaikat melainkan ditanya: "Roh siapakah yang jahat dan busuk itu?" Dijawab: "Roh fulan bin fulan." dengan sebutan yang amat jelek sehingga sampai dilangit dunia, maka minta dibuka, tetapi tidak dibuka untuknya. Kemudian Nabi Muhammad s.a.w membaca ayat: "Laa tufattahu lahum abwabus samaa'i, wala yad khuluunal jannata hatta yalijal jamalu fisamil khiyaath." (Yang Bermaksud) "Tidak dibukakan bagi mereka itu pintu-pintu langit dan tidak dapat masuk syurga sehingga unta dapat masuk dalam lubang jarum."

                        Kemudian diperintahkan: "Tulislah orang itu dalam sijjin." Kemudian dilemparkan rohnya itu bagitu sahaja sebagaimana ayat  "Waman yusyrik billahi fakaan nama khorro minassama'i fatakh thofuhuth thairu au tahwi bihirrihu fimakaanin sahiiq." (Yang bermaksud) "Dan siapa mempersekutukan Allah, maka bagaikan jatuh dari langit lalu disambar helang atau dilemparkan oleh angin kedalam jurang yang curam."

                        Kemudian dikembalikan roh itu kedalam jasad didlam kubur, lalu didatangi oleh dua Malaikat yang mendudukkannya lalu bertanya: ""Siapa Tuhanmu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Apakah agamamu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Ditanya lagi: "Bagaimana pendapatmu terhadap orang yang diutuskan ditengah-tengah kamu?" Dijawab: "Saya tidak tahu". Lalu ditanya: "Bagaimanakah kamu mengetahui itu?" Maka dijawab: "Saya tidak tahu" Maka terdengar suara seruan dari langit: "Dusta hambaku, hamparkan untuknya dari neraka dan bukakan baginya pintu neraka, maka terasa olehnya panas hawa neraka, dan disempitkan kuburnya sehingga terhimpit dan rosak tulang-tulang rusuknya, kemudian datang kepadanya seorang yang buruk wajahnya dan busuk baunya sambil berkata: "Sambutlah hari yang sangat jelek bagimu, inilah saat yang telah diperingatkan oleh Allah kepadamu." Lalu ia bertanya: "Siapakah kau?" Jawabnya: "Aku amalmu yang jelek." Lalu ia berkata: "Ya tuhan, jangan percepatkan kiamat, ya Tuhan jangan percepatkan kiamat."

                        Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika sakaratulmaut  didatangi oleh Malaikat dengan membawa sutera yang berisi masik (kasturi) dan tangkai-tangkai bunga, lalu dicabut rohnya bagaikan mengambil rambut didalam adunan sambil dipanggil: "Ya ayyatuhannafsul muth ma'innatur ji'i ila robbiki rodhiyatan mardhiyah." (Yang bermaksud) "Hai roh yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan perasaan rela dan diridhoi. Kembalilah dengan rahmat dan keridhoan Allah." Maka jika telah keluar rohnya langsung ditaruh diatas misik dan bunga-bunga itu lalu dilipat dengan sutera dan dibawa keilliyyin. Adapun orang kafir jika sakaratulmaut didatangi oelh Malaikat yang membawa kain bulu yang didalamnya ada api, maka dicabut rohnya dengan kekerasan sambil dikatakan kepadanya: "Hai roh yang jahat keluarlah menuju murka Tuhammu ketempat yang rendah hina dan siksaNya, maka bila telah keluar rohnya itu, diletakkan diatas api dan bersuara seperti sesuatu yang mendidih kemudian dilipat dan dibawa kesijjin."

                        Alfaqih Abu Ja'far meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Umar r.a. berkata: "Seorang mukmin jika diletakkan dikubur maka diperluaskan kuburnya itu hingga 70 hasta dan ditaburkan padanya bunga-bunga dan dihamparkan sutera, dan bila ia hafal sedikit dari al-quran sukup untuk penerangannya jika tidak maka Allah s.w.t. memberikan kepadanya nur cahaya penerangan yang menyerupai penerangan matahari, dan didalam kubur bagaikan pengantin baru, jika tidur maka tidak ada yang berani membangunkan kecuali kekasihnya sendiri, maka ia bangun dari tidur itu bagaikan masih kurang masa tidurnya dan belum puas. Adapun orang kafir maka akan dipersempit kuburnya sehingga menghancurkan tulang rusuknya dan masuk kedalam perutnya lalu dikirimkan kepadanya ular segemuk leher unta, maka makan dagingnya sehingga habis dan sisa tulang semata-mata, lalu dikirim kepadanya Malaikat yang akan menyiksa iaitu yang buta tuli dan bisu dengan membawa puntung dari besi yang langsung dipukulkannya, sedang Malaikat  itu tidak mendengar suara jeritannya dan tidak melihat keadaannya supaya tidak dikasihaninya, selain itu lalu dihidangkan siksa neraka itu tiap pagi dan petang."

                        Abu-Laits berkata: "Siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur maka harus menlazimi empat dan meninggalkan empat iaitu:

Menjaga sembahyang lima waktu

Banyak bersedekah

Banyak membaca al-quran

Memperbanyak bertasbih (membaca: Subhanallah walhamdulillah wal'aa ilaha illallah wallahu akbar, walahaula wala quwata illa billah)

Semua yang empat ini dapat menerangi kubur dan meluaskannya. Adapun empat yang harus ditinggalkan ialah:

Dusta

Kianat

Adu-adu

Menjaga kencing, sebab Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Bersih-bersihlah kamu daripada kencing, sebab umumnya siksa kubur itu kerana kencing. (Yakni hendaklah dicuci kemaluan sebersih-bersihnya.)

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Innallahha ta'ala kariha lakum arba'a: Al'abatsu fishsholaati, wallagh wu filqira'ati, warrafatsu fisshiyami, wadhdhahiku indal maqaabiri. (Yang bermaksud) Sesungguhnya Allah tidak suka padamu empat, main-main dalam sembahyang dan lahgu (tidak hirau), dalam bacaan quran dan berkata keji waktu puasa dan tertawa didalam kubur."

                        Muhammad bin Assammaak ketika melihat kubur berkata: "Kamu jangan tertipu kerana tenangnya dan diamnya kubur-kubur ini, maka alangkah banyaknya orang yang sudah bingung didalamnya, dan jangan tertipu kerana ratanya kubur ini, maka alangkah jauh berbeza antara yang satu pada yang lain didalamnya. Maka seharusnya orang yang berakal memperbanyak ingat pada kubur sebelum masuk kedalamnya."

                        Sufyan Atstsauri berkata: "Siapa yang sering (banyak) memperingati kubur, maka akan mendapatkannya kebun dari kebun-kebun syurga, dan siapa yang melupakannya maka akan mendapatkannya jurang dari jurang-jurang api neraka."

                        Ali bin Abi Thalib r.a. berkata dalam khutbahnya: "Hai hamba Allah, berhati-hatilah kamu dari maut yang tidak dapat dihindari, jika kamu berada ditempat, ia datang mengambil kamu, dan bila kamu lari pasti akan terpegang juga, maut terikat selalu diubun-ubunmu, maka carilah jalan selamat, carilah jalan selamat dan segera-segera, sebab dibelakangmu ada yang mengejar kamu yaitu kubur, ingatlah bahawa kubur itu adakalanya kebun dari kebun-kebun syurga atau jurang dari jurang-jurang neraka dan kubur itu tiap-tiap hari berkata-kata: Akulah rumah yang gelap, akulah tempat sendirian, akulah rumah ulat-ulat."

                        Ingatlah sesudah itu ada hari (saat) yang lebih ngeri, hari dimana anak kecil segera beruban dan orang tua bagaikan orang mabuk, bahkan ibu yang meneteki lupa terhadap bayinya dan wanita yang bunting menggugurkan kandungannya dan kau akan melihat orang-orang bagaikan orang mabuk tetapi tidak mabuk khamar, hanya siksa Allah s.w.t. yang sangat ngeri dan dahsyat.

                        Ingatlah bahawa sesudah itu ada api neraka yang sangat panas dan suram dalam, perhiasannya besi dan sirnya darah bercampur nanah, tidak ada rahmat Allah s.w.t. disana. Maka kaum muslimin yang menangis. lalu ia berkata: "Dan disamping itu ada syurga yang luasnya selebar langit dan bumi, tersedia untuk orang-orang yang takwa. Semoga Allah s.w.t. melindungi kami dari siksa yang pedih dan menempatkan kami dalam darunna'iem (Syurga yang serba kenikmatan).

                        Usaid bin Abdirrahman berkata: "Saya telah mendapat keterangan bahawa seorang mukmin jika mati dan diangkat, ia berkata: "Segerakan aku.", dan bila telah dimasukkan dalam lahad (kubur), bumi berkata kepadanya: "Aku kasih padamu ketika diatas punggungku, dan kini lebih sayang kepadamu." Dan bila orang kafir mati lalu diangkat mayatnya, ia berkata: "Kembalikan aku." dan bila diletakkan didalam lahadnya, bumi berkata: "Aku sangat benci kepadamu ketika kau diatas punggungku, dan kini aku lebih benci lagi kepadamu."

                        Usman bin Affan r.a. ketika berhenti diatas kubur, ia menangis, maka ditegur: "Engkau jika menyebut syurga dan neraka tidak menangis, tetapi kau menangis kerana kubur?" Jawabnya: "Nabi Muhammad s.a.w pernah bersabda: "Alqabru awwalu manazilil akhirah, fa in naja minhu fama ba'dahu aisaru minhu, wa in lam yanju minhu fama ba'dahu asyaddu minhu." (Yang bermaksud)"Kubur itu pertama tempat yang menuju akhirat, maka bila selamat dalam kubur, maka yang dibelakangnya lebih ringan, dan jika tidak selamat dalam kubur maka yang dibelakangnya lebih berat daripadanya."

                         Abdul-Hamid bin Mahmud Almughuli berkata: "Ketika aku duduk bersama Ibn Abbas r.a., tiba-tiba datang kepadanya beberapa orang dan berkata: "Kami rombongan haji dan bersama kami ini ada seorang yang ketika sampai didaerah Dzatishshahifah, tiba-tiba ia mati, maka kami siapkan segala keperluannya, dan ketika menggali kubur untuknya, tiba-tiba ada ular sebesar lahad, maka kami tinggalkan dan menggali lain tempat juga ada ular, maka kami biarkan dan kami menggali lain tempat juga kami dapatkan ular, maka kami biarkan dan kini kami bertanya kepadamu, bagaimanakah harus kami perbuat tehadap mayat itu?" Jawab Ibn Abbas r.a.: "Itu dari amal perbuatannya sendiri, lebih baik kamu kubur sajan demi Allah andaikan kamu galikan bumi ini semua niscaya akan kamu dapat ular didalamnya." Maka mereka kembali dan menguburkan mayat itu didalam salah satu kubur yang sudah digali itu dan ketika mereka kembali kedaerahnya mereka pergi kekeluarganya untuk mengembalikan barang-barangnya sambil bertanya kepada isterinya apakah amal perbuatan yang dilakukan oelh suaminya? Jawab isterinya: "Dia biasa menjual gandum dalam karung, lalu dia mengambil sekadar untuk makanannya sehari, dan menaruh tangkai-tangkai gandum itu kedalam karung seberat apa yang diambilnya itu."

                        Abul-Laits berkata: "Berita ini menunjukkan bahawa kianat itu salah satu sebab siksaan kubur dan apa yang mereka lihat itu sebagai peringatan jangan sampai kianat."

                        Ada keterangan bahawa bumi ini tiap hari berseru sampai lima kali dengan berkata:

Hai anak Adam, anda berjalan diatas punggungku dan kembalimu didalam perutku.

Hai anak Adam, anda makan berbagai macam diatas punggungku dan anda akan dimakan ulat didalam perutku.

Hai anak Adam, anda tertawa diatas punggungku, dan akan menangis didalam perutku.

Hai anak Adam, anda bergembira diatas punggungku dan akan berduka didalam perutku.

Hai anak Adam, anda berbuat dosa diatas punggungku, maka akan tersiksa didalam perutku.

                        Amr bin Dinar berkata: "Ada seorang penduduk kota Madinah yang mempunyai saudara perempuan dihujung kota, maka sakitlah saudaranya itu kemudian mati, maka setelah diselesaikan persiapannya dibawa kekubur, kemudian setelah selesai menguburkan dan kembali pulang kerumah, ia teringat pada kantongan yang dibawa dan tertinggal dalam kubur, maka ia minta bantuan orang untuk menggali kubur itu kembali, dan sesudah digali kubur itu maka bertemulah dia akan kantongannya itu, ia berkata kepada orang yang membantunya itu: "Tolong aku ketepi sebentar sebab aku ingin mengetahui bagaimana keadaan saudaraku ini." Maka dibuka sedikit lahadnya, tiba-tiba dilihatnya kubur itu menyala api, maka segera ia meratakan kubur itu dan kembali kepada ibunya lalu bertanya: "Bagaimanakah kelakuan saudaraku dahulu itu?" Ibunya berkata: "Mengapa kau menanyakan kelakuan saudaramu, padahal ia telah mati?" Anaknya tetap meminta supaya diberitahu tentang amal perbuatan saudaranya itu, lalu diberitahu bahawa saudaranya itu biasanya mengakhirkan sembahyang dari waktunya, juga cuai dalam kesucian dan diwaktu malam sering mengintai rumah-rumah tetangga untuk mendengar perbualan mereka lalu disampaikan kepada orang lain sehingga mengadu domba antara mereka, dan itulah sebabnya siksa kubur. Kerana itu siapa yang ingin selamat dari siksaan kubur haruslah menjauhkan diri dari sifat namimah (adu domba diantara tetangga dan orang lain) supaya selamat dari siksaan kubur dan mudah baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar Nakier.

                        Alabarra' bin Aazib r.a. berkata: "Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Seorang mukmin jika ditanya dalam kubur, maka ia langsung  membaca Asyhadu an laa ilaha illallah wa anna Muhammad abduhu warasuluhu, maka itulah yang tersebut dalam firman Allah: Yutsabbitullahul ladzina aamanu bil qaulits tsabiti filhayatiddun ya wafil akhirah (Allah menetapkan orang-orang yang beriman dengan khalimah yang teguh dimana hidup didunia dan diakhirat (yakni khalimah laa ilaha illallah, Muhammad Rasullullah).

                        Dan ketetapan itu terjadi dalam tiga masa iaitu:

Ketika melihat Malakulmaut

Ketika menghadapi pertanyaan Mungkar Nakier

Ketika menghadapi hisab dihari kiamat

                        Dan ketetapan ketika melihat Malaikulmaut dalam tiga hal iaitu:

Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufiq dan istiqamah dalam tauhid sehingga keluar rohnya dalam Islam

Diberi selamat oleh Malaikat bahawa ia mendapat rahmat

Melihat tempatnya disyurga sehingga kubur menjadi salah satu kebun syurga.

                        Adapun ketetapan ketika hisab juga dalam tiga perkara iaitu:

Allah s.wt. memberinya ilham sehingga dapat menjawab segala pertanyaan dengan benar

Mudah dan ringan hisabnya

Diampunkan segala dosanya

                        Ada juga yang mengatakan bahawa ketetapan itu dalam empat masa iaitu:

Ketika mati

Didalam kubur sehingga dapat menjawab pertanyaan tanpa gentar atau takut

Ketika hisab

Ketika berjalan diatas sirat sehingga berjalan bagaikan kecepatan kilat

                        Jika ditanya tentang soal kubur bagaimanakah bentuknya, maka ulama telah membicarakannya dalam berbagai pendapat. Sebahagiannya berkata pertanyaan itu hanya kepada roh tanpa jasad dan disaat itu roh masuk kedalam jasad hanya sampai didada. Ada pendapat berkata bahawa rohnyanya diantara jasad dan kafan dan sebaiknya seorang mempercayai adanya pertanyaan dalam kubur tanpa menanyakan dan sibuk dengan caranya. Dan kita sendiri akan mengetahui bila sampai disana, maka bila ada orang menolak adanya soal Mungkar Nakier dalam kubur, maka penolakannya dari dua jalan iaitu:

Mereka berkata: "Ia tidak mungkin menurut perkiraan akal, sebab menyalahi kebiasaan tabiat alam."

atau mereka berkata: "Tidak ada dalil yang menguatkan."

                        Pendapat pertama bahawa ia tidak mungkin dalam akal kerana menyalahi kebiasaa tabiat alam. Pendapat ini bererti menidakkan kenabian dan mukjizat, sebab para Nabi itu semuanya dari manusia biasa dan tabiatnya mereka sama, tetapi mereka telah dapat bertemu dengan Malaikat dan menerima wahyu, bahkan laut telah terbelah untuk Nabi Musa a.s., demikian pula tongkatnya menjadi ular, semua kejadian itu menyalahi tabiat alam, maka orang yang menolak semua itu bererti keluar dari Islam. Jika ia berkata: "Tidak ada dalil.", maka hadis-hadis yang diterangkan sudah cukup untuk menjadi alasan bagi orang yang akan mahu terima.

                        Firman Allah s.w.t. yang berbunyi: "Wa man a'rodho an dzikri fa inna lahu ma'i syatan dhanka wanah syuruhu yaumal qiyaamati a'ma. (Yang bermaksud) "Dan siapa yang mengabaikan peringatanKu (ajaranKu) maka ia akan merasakan kehidupan yang sukar (kehidupan sukar ini ketika menghadapi pertanyaan dalam kubur)."

                        Demikian pula ayat: "Yu tsabbitulladzina aamanu bil qoulaits tsabiti filhayatiddunia wafil akhirati. (Yang bermaksud) "Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan khalimah yang teguh didunia dan diakhirat."

                         Abu-Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Saad bin Almusayyab dari Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Jika seorang mukmin telah masuk kedalam kubur, maka didatangi oleh dua Malaikat yang menguji dalam kubur, lalu mendudukkannya dan menanyainya, sedang ia mendengar suara derap sandal sepatu mereka ketika kembali, lalu ditanya oleh kedua Malaikat itu: Siapa Tuhammu, dan apakah agamamu, dan siapa Nabimu, lalu dijawab: Allah tuhanku, dan agamaku Islam dan Nabiku Nabi Muhammad s.a.w. Lalu Malaikat itu berkata: Allah yang menetapkan kau dalam khalimah itu, tidurlah dengan tenang hati. Itulah ertinya Allah menetapkan mereka dalam khalimah hak. Adapun orang kafir zalim maka Allah menyesatkan mereka dengan tidak memberi petunjuk taufiq pada mereka, sehingga ketika ditanya oleh Malaikat: Siapa Tuhanmu, apa agamamu dan siapa Nabimu, maka jawab orang kafir atau munafiq: Tidak tahu. Maka oleh Malaikat dikatakan: Tidak tahu, maka langsung dipukul sehingga jeritan suaranya terdengar semua yang dialam kecuali manusia dan jin. (Dan andaikan didengar oleh manusia pasti pengsan)

                        Abu Hazim dari Ibn Umar r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda kepada Umar r.a : "Bagaimanakah kau hai Umar jika didatangi oleh kedua Malikat yang akan mengujimu didalam kubur iaitu Mungkar Nakier hitam keduanya kebiru-biruan siung keduanya mengguriskan bumi, sedang rambut keudanya sampai ketanah dan suara keduanya bagaikan petir yang dahsyat, dan matanya bagaikan kilat yang menyambar?" Umar bertanya: "Ya Rasullullah, apakah ketika itu aku cukup sedar sebagaimana keadaanku sekarang ini?" Nabi Muhammad s.a.w menjawab: "Ya." Umar berkata: "jika sedemikian maka saya selesaikan keduanya dengan izin Allah s.w.t.. Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "sesungguhnya Umar seorang yang mendapat taufiq."

                        Abul-Laits berkata: "saya telah diberitahu oleh Abul-Qasim bin Abdurrahman bin Muhammad Asysyabadzi dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiada seorang yang mati melainkan ia mendengkur yang didengari oleh semua binatang kecuali manusia, dan andaikata ia mendengar pasti pingsan, dan bila dihantar kekubur, maka jika solih (baik) berkata: "Segerakanlah aku, andaikan kamu mengetahui apa yang didepanku daripada kebaikan, nescaya kamu akan menyegerakan aku. Dan bila ia tidak baik maka berkata: "Jangan keburu, andaikata kamu mengtahui apa yang didepan aku daripada bahaya, nescaya kamu tidak akan keburu. Kemudian jika telah ditanam dalam kubur, didatangi oleh dua Malaikat yang hitam kebiru-biruan datang dari arah kepalanya, maka ditolak oleh sembahyangnya: Tidak boleh datang dari arahku sebab adakalanya ia semalaman tidak tidur kerana takut dari saat yang seperti ini, lalu datang dari bawah kakinya, maka ditolak oleh baktinya pada kedua orang tuanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa berjalan tegak kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu datang dari arah kanannya, maka ditolak oleh sedekahnya: Tidak boleh datang dari arahku, kerana ia pernah sedekah kerana ia takut dari saat seperti ini, lalu ia datang dari kirinya maka ditolak oleh puasanya: Jangan datang dari arahku, kerana ia biasa lapar dan haus kerana takut saat seperti ini, lalu ia dibangunkan bagaikan dibangunkan dari tidur, lalu ia bertanya: Bagaimana pendapatmu tentang orang yang membawa ajaran kepadamu itu? Ia tanya: Siapakah itu? Dijawab: Muhammad s.a.w? Maka dijawab: Saya bersaksikan bahawa ia utusan Allah. Lalu berkata kedua Malaikat: Engkau hidup sebagai seorang mukmin, dan mati juga mukmin. Lalu diluaskan kuburnya, dan dibukakan baginya segala kehormatan yang dikurniakan Allah kepadanya. Semoga Allah memberi kita taufiq dan dipelihara serta dihindarkan dari hawa nafsu yang menyesatkan, dan menyelamatkan kami dari siksa kubur kerana Nabi Muhammad s.a.w juga berlindung kepada Allah dari siksa kubur."

                        A'isyah r.a. berkata: "Saya dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadaku seorang wanita Yyahudi, minta-minta dan sesudah saya beri ia berkata: "Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur. Maka saya kira keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi, lalu saya ceritakan kepada Nabi Muhammad s.a.w maka Nabi Muhammad s.a.w memberitahu kepadaku bahawa siksa kubur itu hak benar, maka seharusnya seorang muslim berlindung kepada Allah s.w.t. dari siksa kubur, dan bersiap sedia untuk menghadapi kubur dengan amal yang soleh, sebab selama ia masih hidup maka Allah s.w.t. telah memudahkan baginya segala amal soleh. Sebaliknya bila ia telah masuk kedalam kubur, maka ia akan ingin kalau dapat diizinkan, sehingga ia sangat menyesal semata-mata, kerana itu seorang yang berakal harus berfikir dalam hal orang-orang yang telah mati, kerana orang-orang yang telah mati itu, mereka sangat ingin kalau dapat akan sembahyang dua rakaat, berzikir dengan tasbih, tahmid dan tahlil, sebagaimana ketika didunia, tetapi tidak diizinkan, lalu mereka hairan pada orang-orang yang masih hidup menghambur-hamburkan waktu dalam permainan dan kelalaian semata-mata. Saudaraku jagalah dan siap-siapkan harimu, sebab ia sebagai pokok kekayaanmu, maka mudah bagimu mendapatkan atau mencari untung laba, sebab kini dagangan akhirat agak sepi dan tidak laku, kerana itu rajin-rajinlah kau mengumpulkan sebanyak mungkin daripadanya, sebab akan tiba masa dagangan itu sangat berharga sebab pada saat itu ia berharga, maka kau tidak akan dapat mencari atau mencapainya. Kami mohon semoga Allah s.w.t. memberi taufiq untuk bersiap-siap menghadapi saat keperluan dan jangan sampai menjadikan kami dari golongan yang menyesal sehingga ingin kembali kedunia tetapi tidak diizinkan, juga semoga Allah s.w.t. memudahkan atas kami sakaratulmaut, dan kesukaran kubur, demikian pula pada semua kaum muslimin dan muslimat.

 Aamin ya Robbal aalamin. Engkau arhamurrahimin, wahasbunallahu wani'mal wakiel, walahaula wala quwwata illa billahil aliyil adhiem.

Credit to http://tanbihul_ghafilin.tripod.com/siksaalamkubur.htm

Saturday, August 18, 2012

Rosak Islam, Rosak Diri


Ada dua kerosakan besar yang menimpa ke atas masyarakat Islam hari ini. Kerosakan ini secara jelas berpunca daripada tempoh lama ratusan tahun umat Islam berada di dalam kepungan penjajahan barat ke atas dunia Islam yang secara fizikalnya, telah berakhir dengan perisytiharan kemerdekaan oleh negara-negara umat Islam tersebut. 

Tetapi kemerdekaan fizikal itu bukanlah mengubati segala penyakit yang telah menjalar ke segenap urat nadi umat. Ia memerlukan tempoh yang tidak pendek untuk para pengislah (muslih) daripada kalangan pejuang umat untuk membaik pulih kerosakan tersebut. Dua kerosakan besar yang mengundang pelbagai masalah umat itu ialah:

Pertama, kerosakan pemikiran umat Islam. 

Islam membina pemikiran atau ideologi Islam. Pemikiran Islam lahir secara begitu mendasar daripada akidah Islam yang terbina daripada keimanan terhadap Allah, kitab dan rasul-Nya. Akidah yang bertunjangkan kepercayaan kepada perkara-perkara ghaib, hidup sesudah mati dan hari pembalasan itu telah membentuk pemikiran hidup umat Islam yang suci, sempurna dan membangunkan kehidupan sebenar manusiawi.

Apabila berlaku penjajahan ratusan tahun barat ke atas umat Islam yang saat itu, telah dilalaikan oleh kebendaan dan kezaliman para penguasa, mereka berusaha untuk menukar dan memurtadkan umat Islam. Tetapi akidah tauhid begitu bersebati di dalam jiwa dan nadi umat Islam. Mereka gagal di situ tetapi tidak di dalam memastikan umat Islam lemah selama-lamanya. 

Justeru mereka begitu bersedia melancarkan serangan pemikiran yang merosakkan pandangan umat Islam terhadap kehidupan, malah terhadap ugama mereka sendiri.

Akhirnya, dalam tempoh beberapa kurun, mereka mampu melahirkan generasi umat Islam yang tidak lagi membangunkan pemikiran mereka berasaskan akidah yang suci. Lahir kerosakan pemikiran yang dahsyat seperti;

1) Islam adalah agama akhirat dan memberi manfaat untuk akhirat sahaja. Urusan dunia adalah milik ilmu akal yang menolak akidah Islam yang dilihat menolak logik akal dan ilmu manusia yang sentiasa berkembang.

2) Islam tidak mencampuri urusan politik dan pemerintahan. Sebarang usaha mempolitikkan Islam atau mengislamkan persada politik dianggap satu jenayah terhadap kesucian ugama. Islam terlalu suci untuk bicara soal hiruk-pikuk politik yang kotor.

3) Hukum-hakam di dalam al-Quran tidak lagi sesuai kerana begitu ketinggalan zaman. Jika dilaksanakan, ia adalah fitnah terhadap agama dan kezaliman terhadap manusia moden. 

4) Demi kemajuan, umat Islam mestilah menerima cara barat yang telah maju dan moden sekali kehidupan mereka walaupun umat Islam terpaksa mengorbankan nilai-nilai murni agama dan kehidupan umat Islam sendiri. Itu adalah bayaran terhadap sebuah kehidupan yang lebih baik dan mampu menyaingi barat.

5) Pendidikan jasmani dan kemajuannya lebih penting daripada pendidikan rohani dan kemajuannya. Apa-apa bentuk ibadah dan riadah rohani dikira salah dan perlu ditinggalkan jika ia bertentangan dengan logik akal dan kemajuan fizikal.

Itu adalah contoh kerosakan pemikiran umat Islam hari ini yang secara jelas telah menolak Islam sebagai sebuah agama kehidupan di dunia dan akhirat, rohani dan jasmani, hari ini dan akan datang, malah satu-satunya agama yang sempurna dan menyeluruh.

Kerosakan pemikiran umat Islam yang telah memesongkan cara berfikir mereka tersebut telah meruntun kepada kerosakan seterusnya yang lebih parah iaitu;


Kedua, kerosakan akhlak umat Islam.

Islam bukan sekadar akidah dan pemikiran yang hanya tertanam di dalam diri tanpa membina dan dan mewarnai kehidupan manusia di alam nyata. Malah, binaan akidah dan pemikirannya adalah dengan tujuan mengarah dan menyusun kehidupan manusia.

Rasulullah menerima wahyu, membacanya dan membina generasi awal selama
lebih 20 tahun. Tempoh lama itu, walaupun dengan kehendak Allah ia boleh dipendekkan semahu-Nya, adalah dengan satu hikmat besar iaitu sebagai satu penyediaan qudwah dari rasul-Nya itu untuk umat manusia sehingga kiamat. Baginda berada di atas singgahsana akhlak yang tinggi dengan sifat-sifat kemuliaan yang perlu digapai dan ditiru oleh umatnya.

Adalah pelik dan sukar dibayangkan, umat yang bernabikan manusia qudwah, tiba-tiba menonjolkan wajah kehidupan yang begitu buruk akhlaknya. Tetapi itulah hakikat yang terlihat daripada kehidupan umat Islam hari ini. 

Daripada pemerintah negara umat Islam yang terkedepan dengan isu-isu pembaziran wang negara, salah guna kuasa, rasuah, penindasan dan pengkhianatan sampailah ke peringkat rakyat bawahan dengan isu-isu kekotoran, dadah, zina dan sebagainya, adalah begitu jelas ia telah menjadi kerosakan besar yang agak kritikal.

Mengapa? Ya, ia adalah kesan kerosakan yang pertama iaitu kerosakan pemikiran umat Islam yang bertunas daripada akidah mereka yang telah longgar dan goyang.

Kerana itu, umat Islam terpinga-pinga dan teragak-agak untuk mengambil penyelesaian cara Islam di dalam menangani isu dan masalah masyarakat. Ia pastinya berpunca dari keyakinan bahawa Islam bukanlah satu penyelesaian untuk penyakit-penyakit di zaman moden hari ini.

Setelah kita memahami dua kerosakan besar ini, kita mestilah dapat mengagak betapa sukarnya mengubati kedua-dua penyakit umat ini.

Ia memerlukan kesabaran dan kerahmatan yang tinggi, ilmu dan kebijaksanaan yang tinggi serta usaha dan jihad yang tinggi juga. Para pendakwah dan pejuang di medan islah masyarakat perlulah memiliki sifat-sifat tersebut demi menjayakan misi besar membina umat Islam yang baru dan berjaya.

Antara faktor yang begitu membantu ialah melakukan kerja dakwah dan islah secara berjamaah dan saling bekerja sama di samping mengelak pertembungan dan kekhilafan yang tidak diperlukan. Juga, saling menyokong usaha baik walaupun bukan daripada usaha kumpulan kita. 

Tazkirah ringkas ini adalah sebagai sentuhan agar kita saling bertafakur di bulan Ramadhan yang mulia ini. Selamat menempuh 10 terakhir Ramadhan dengan penuh kejayaan.

http://nikabduh.com/

Thursday, August 16, 2012

Kita dan Ramadhan


Ramadan dan al-Quran satu ikatan yang tersimpul mati. Apabila disebut Ramadan, di samping puasa, kita akan teringatkan penurunan al-Quran (Nuzul al-Quran). Bulan Ramadan bulan yang diturunkan dalamnya al-Quran. Penurunan al-Quran itu dua peringkat; pertama, dari Luh al-Mahfuz ke Bait al-Izzah (langit dunia). Kedua, dari langit dunia kepada Nabi s.a.w secara berperingkat-peringkat dalam tempoh sejak Nabi Muhammad ditabalkan menjadi rasul sehingga baginda wafat iaitu selama 23 tahun.

Para sarjana tidak berbeza pendapat bahawa al-Quran turun (Nuzul al-Quran) dalam bulan Ramadan. Ini kerana Allah sendiri yang menjelaskan bahawa al-Quran itu turun dalam bulan Ramadan. Firman Allah: (maksudnya)

“Bulan Ramadan yang Kami turunkan dalamnya al-Quran yang menjadi pertunjuk untuk manusia” (Surah al-Baqarah, 185).

Namun begitu sarjana berbeza pendapat tentang berapa haribulankah Ramadan penurunan itu berlaku? Ada yang berpendapat ia diturunkan pada 21hb Ramadan. Pendapat ini dipegang oleh beberapa orang ulama, antaranya tokoh Sirah yang terkenal al-Syeikh Safiyy ar-Rahman al-Mubarakfuri seperti yang beliau sebut dalam karyanya Rahiq al-Makhtum. Ada juga yang berpendapat 24hb Ramadan kerana bersandarkan hadis riwayat al-Imam Ahmad yang menyebut: “…Allah turunkan al-Quran pada 24hb Ramadan”. Hadis ini disahihkan oleh sebahagian ulama, dihasankan oleh sebahagian yang lain. Terdapat juga sarjana yang mendaifkannya disebabkan kritikan terhadap salah seorang rawi iaitu Imran bin al-Qattan. Namun ada riwayat lain daripada Ibn ‘Abbas yang boleh menyokong riwayat ini. Di sana ada lain-lain pendapat tentang haribulan Nuzul al-Quran ini.

Di tempat kita biasanya kita mendengar tarikh Nuzul al-Quran pada 17hb Ramadan. Ini juga salah satu pendapat yang telah sesetengah sarjana kemukakan. Pun begitu pendapat ini mendapat kritikan sebahagian sarjana yang lain atas beberapa alasan. Antaranya, al-Quran sendiri menjelaskan bahawa al-Quran diturunkan pada Malam al-Qadr (Lailatul Qadar). Ini seperti yang Allah sebut dalam Surah al-Qadr: (maksudnya)

“Sesungguhnya Kami telah turunkannya (al-Quran) pada malam al-Qadr” (ayat 1).

Hadis-hadis Nabi SAW pula banyak yang menjelaskan bahawa Malam al-Qadr itu berlaku pada salah satu dari sepuluh malam yang akhir bulan Ramadan. Maka, sepatutnya penurunan al-Quran (Nuzul al-Quran) dalam lingkungan sepuluh yang akhir. Tokoh ilmu al-Quran yang terkenal al-Imam al-Zarqani menyebut dalam karyanya Manahil al-‘Urfan:

“Kemudian di sana ada pendapat yang menyatakan bahawa pemulaan Nuzul al-Quran itu pada 17hb Ramadan. Itulah merupakan Malam al-Qadr menurut sebahagian pendapat. Namun pandangan itu menyanggahi pendapat yang masyhur yang disokong oleh hadis sahih”. (1/52, Beirut: Dar al-Fikr).

Apapun perbezaan pendapat yang ada, kesemua umat akur bahawa al-Quran itu turun pada bulan Ramadan. Sarjana hanya berbeza pendapat tentang haribulannya sahaja. Masing-masing telah mengemukakan alasan mereka.

Penghayatan

Lebih penting dari itu semua, kita hendaklah menghayati tujuan al-Quran itu diturunkan kepada manusia. Ia bukan sebuah kitab sekadar untuk dibaca dan diperlagukan tanpa memahami tujuan ia diturunkan. Jika ramai orang boleh membaca al-Quran, melagukannya, menghiasinya dengan ukiran dan solekan yang indah namun enggan mendalami dan menghayati tujuan penurunannya, maka al-Quran tidak akan berfungsi dalam kehidupan manusia. Ia seakan seorang pesakit yang membaca jadual ubatnya, menulisnya dengan indah dan cantik tetapi tidak memakannya. Firman Allah: (maksudnya):

“Bulan Ramadan yang padanya diturunkan al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia, dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah”. (Surah al-Baqarah, 185).

Itulah tujuan penurunan al-Quran. Ia menjadi petunjuk, menjelaskan petunjuk tersebut serta memampukan pembacanya membezakan antara yang benar dan yang salah. Antara haq dan batil. Itulah cahaya insan dalam menerangi cabaran kehidupan di dunia ini. Hal ini tidak mungkin diperolehi jika kita sekadar berlagu dan menggantungnya di dinding rumah dan pejabat tanpa melakukan tadabbur (penelitian kandungan). Allah menyebut dalam Surah al-Israa: (maksudnya)

“Sesungguhnya al-Quran ini memberi petunjuk ke jalan yang amat betul, dan memberikan berita yang mengembirakan orang-orang yang beriman yang mengerjakan amal-amal soleh, bahawa mereka beroleh pahala yang besar. dan bahawa orang-orang yang tidak beriman kepada hari akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab seksa yang tidak terperi sakitnya”. (ayat 9-10)

Kita semua ada kelemahan, kita juga mungkin tidak berjaya menjadi insan yang melaksanakan seratus peratus isi kandungan al-Quran tetapi kita sentiasa wajib beriman bahawa jalam hidup ini ialah mengikuti isi kandungan al-Quran, bergerak dan berusaha menghayatinya dari masa ke semasa adalah tanggungjawab seorang yang beriman. Kejayaan kita ialah dengan memahami dalam melaksanakan isi kandungan al-Quran. Kita hendaklah membaca al-Quran sehingga dapat membezakan antara yang benar dan yang salah. Antara yang ikhlas dan yang pura-pura. Antara yang membela kebenaran dan yang memperjudikan kebenaran. Ini amat penting sepanjang masa, apatahlagi di zaman dunia yang penuh kekaburan dan kekeliruan. Tidak berpada sekadar melagukan, bertanding dan menggantung di dinding-dinding tanpa memperdulikan isi yang tersurat dan tersirat di sebalik tulisan yang tersemat.

Jangan juga kita lupa bahawa pada zaman ini akan ada yang menggunakan al-Quran untuk mendapatkan wang ataupun harta dunia dari manusia. Sabda Nabi

“Bacalah al-Quran dan mintalah daripada Allah (pahala), kerana selepas kamu akan ada kaum yang membaca al-Quran dan meminta (upah) daripada manusia” (Riwayat Ahmad dan al-Tirmizi, bertaraf hasan).

Jangan hairan jika kita bertemu dengan mereka yang meminta wang bacaan al-Quran kononnya sebagai bayaran pahala kepada si mati, ataupun membaca al-Quran dengan segala lenggangan lagunya hanya semata-mata untuk mendapatkan wang. Bukan itu tujuan al-Quran diturunkan!

http://drmaza.com/

Wednesday, August 15, 2012

Last Day


1) Di dunia ini, semua makhluk adalah daripada tanah. Tanah adalah unsur yang mengumpulkan sifat-sifat nafsu dan keserakahan. Ia terserlah jelas dalam cara hidup haiwan. Kerana itu kita biasa menamakannya nafsu kebinatangan. 

2) Manusia juga dicipta daripada tanah. Maka sifat-sifat kebinatangan dikandung tubuhnya. Manusia menjadi jahat kerana nafsunya. Dan manusia bertambah jahat, bahkan sehingga lebih buruk daripada binatang kerana mereka memiliki kurniaan akal yang tiada pada binatang. Dengan akal yang dibiar mengikut kehendak nafsu, manusia bervariasi melakukan kerosakan dan kejahatan sehingga tak tergambar dalam kehidupan haiwan di hutan.

3) Sebelum kurniaan akal, binaan manusia berbeza daripada binatang dan semua kejadian di bumi dengan unsur kedua, iaitu unsur ruh. Ruh bukan dari bumi, bahkan dari langit, hidup bersama para malaikat menyembah tuhan di langit. Malaikat Jibril diberi nama al Ruh al Amin, sebagai satu pengenalan kepada hakikat kehidupan makhluk tuhan di langit. Ruh memiliki sifat-sifat ketinggian dan memburu kemuliaan.

4) Dengan roh, manusia membina dan membaiki diri. Ia mengenal tuhan seasal tanah airnya di langit, sebelum dihantar ke bumi, ke sangkar tanah manusiawi. Ia akan melonjak mencari kemuliaan, bermimpi untuk menyembah tuhan sebagaimana malaikat Allah. Bahkan, dengan akal yang memandu dengan ilmu kurniaan Allah, manusia mampu melonjak dan terbang di medan ubudiyah mengatasi kehebatan para malaikat Allah. Justeru perlumbaan manusia di medan rohani menuju tuhan amat terbuka dan dipenuhi contoh-contoh dan al mathal al a’la yang hebat. 

5) Justeru pertembungan tidak dapat dielakkan. Nafsu dan roh saling tarik menarik. Manusia acap tersadung, bahkan rebah di jalan mencari hakikat kehidupan. Ia adalah hikmat penciptaan manusia. Manusia diuji agar memenangi perlawanan agung sepanjang zaman. Perlawanan yang menjadi tunjang ciptaan langit dan bumi oleh Allah tuhan pencipta.

6) Nafsu lebih terkedepan memenangi pertembungan ini. Antara sebabnya, gelanggang adalah bumi dan tanah. Nafsu daripada tanah. Maka ia memiliki sebab-sebab penguasaan yang lebih baik. Ia seperti menjadi tuan rumah sebuah pertarungan. Godaan-godaan dunia begitu mendominasi berbanding godaan akhirat yang sukar dikesan. Maka keghairahan nafsu di dunia ini begitu sukar dibendung kecuali roh memiliki  kekuatan dan bukaan baru yang mampu melonjakkannya dan melepaskannya daripada pengaruh dan kekangan nafsu.

Bagaimana ruh manusia memenangi perlawanan ini?

7) Allah merahmati manusia. Diciptakannya untuk mencapai kemuncak kemuliaan, bukan menghumbankannya ke lembah hina. Bukankah ditunjukkan kehebatan Adam alaihissalam di hadapan para malaikat, lalu disuruh bersujud kepadanya tanda penghormatan kepada makhluknya yang terbaik? Justeru rahmat Allah ke atas manusia hadir sepanjang masa, apatah saat manusia mencari-cari dan kelemasan.

8) Ada malaikat yang sentiasa berdoa demi kebahagiaan manusia, bahkan membantu mereka menempuh kesusahan dengan izin tuhannya. Kemudian ada insan maksum yang dihantar tuhan ke pelusuk mana manusia tinggal. Mereka para nabi  yang sering diperteguhkan dengan rakan-rakan, bahkan paling jitu, dengan kitab-ktab langit yang suci yang tak tersentuh kekotoran dan tangan iblis. Jalan lurus terbentang jelas dan hidayat tuhan memancar terang, manakala pintu taubat ibarat bunga-bunga taman yang menggamit keindahan dan keterujaan.

9) Dia berfirman saat Adam  diturunkan ke bumi; “Maka jika sekiranya datang kepada kamu petunjuk dari-Ku, maka barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, tiadalah lagi ketakutan menimpa ke atas mereka dan tiadalah mereka itu bersedih lagi.” – (al Baqarah: 38) Itu janji tuhan. Maka pertarungan menentang iblis, nafsu, kejahatan dan pendukungnya di bumi ini bukanlah keseorangan dan terbiar bagai menanti ketewasan dan penyesalan. 

10) Kemuliaan manusia adalah pada pancaran akalnya. Akal bersinar dengan pengaruh ilmu yang diperolehnya. Sebagaimana ilmu bawahan duniawi menyinarkan laluan hidup duniawi dan membina tamadun agung di dunia, begitulah ilmu atas dan akhirat mencerahkan laluan menuju kehidupan akhirat. Nabi adalah bapa ilmu dan hikmat, manakala al-Quran adalah ilmu dan hikmat juga. Justeru al-Quran adalah kurniaan atas dan langit yang paling penting menyuluh manusia memasuki kubur. Begitulah nabi yang membaca dan mensyarah al-Quran dan al-hikmah.

11) Difardhukan ibadah solat lima waktu sebagai pencegah tarikan nafsu melakukan kejahatan. Dengan solat, ingatan kepada Allah dan akhirat kekal di dalam hati. Manusia solat akan berhenti melakukan kejahatan atau jika terlanjur, penyesalan dan ketakutan meliputi diri, lalu beristighfar dan memohon taubat. Begitu seluruh rukun yang lima. Ia mendidik hati dengan kemuliaan dan cinta kepada kerahmatan dan ketinggian.

12) Janganlah lupa ibadah puasa! Terkhusus ia untuk pertarungan menentang dan seterusnya mendidik nafsu agar boleh diurus dengan baik. Nafsu dilemahkan dengan kelaparan bernizam dan bersistem 30 hari berturutan. Ia tempoh terhangat meredakan asakan nafsu dan pengembalian roh ke medan penguasaan terhadap diri setiap mukmin.

13) Al-Quran turun di bulan Ramadan membantu roh dengan suluhan akal yang murni dengan ajaran al-Quran yan penuh hidayat dan hikmat. Justeru, penantian lailatul qadr adalah kesungguhan memuncak bagi hamba-Nya yang beriman.

Selamat memburu malam lailatul qadr yang agung. Semoga Allah merahmati sampai ke syurga-Nya. Aamin.

http://nikabduh.com

Friday, December 2, 2011

Kisah Nabi Musa A.S Dgn Helang

Pada suatu hari Nabi Musa a.s. telah keluar dan pergi berjalan-jalan bersama dengan Yusa' bin Nun , tiba-tiba ada seekor burung putih yang hinggap pada bahu Nabi Musa a.s.

Burung itu berkata : "Wahai Nabi Allah lindungilah aku dari suatu pembunuhan pada hari ini".

Nabi Musa a.s bertanya : "Dari siapa?

Jawab burung itu : "Dari burung helang yang mahu memakan aku."
Burung itu lalu masuk kelengan baju Nabi Musa a.s dan tidak berapa lama datanglah burung helang terbang menghadap Nabi Musa a.s dan berkata 
Burung helang berkata : "Hai Nabi Musa, janganlah engkau menghalangi aku dari buruanku."
Nabi Musa berkata : "Aku akan menyembelih seekor kambingku untukmu sebagai gantinya."
Jawab burung helang : "Daging kambing tidak sesuai bagiku."
Selanjutnya burung helang itu berkata : "Sebagai ganti, aku ingin makan dua biji matamu sebagai ganti."
Jawab Nabi Musa a.s : "Baiklah kalau demikian."
Kemudian Nabi Musa a.s tidur menelentang dan datanglah burung helang itu hinggap di dada Nabi Musa a.s dan hendak mematuk dua matanya dengan paruhnya.
Melihat yang demikian ini Yusa' bin Nun berkata : "Wahai Nabi Allah, apakah engkau menganggap mudah dua mata engkau, hanya dalam urusan burung ini sahaja?"
Maka burung itu terbang dari lengan baju Nabi Musa a.s dan helang pun mengejarnya. Akhirnya kedua-dua burung itu kembali menghadap kepada Nabi Musa a.s seraya berkatalah seekor dari antara keduanya : "Aku sebenarnya adalah malaikat Jibril dan kawanku ini adalah malaikat Mikail. Tuhanmu telah menyuruh kami menguji kepadamu boleh bersabarkah engkau dari qadha' Tuhanmu atau tidak."
Memang kesabaran itu harus dimiliki oleh setiap orang, lebih-lebih lagi orang yang beriman kepada Allah kerana memang orang yang beriman tidaklah akan dibiarkan begitu sahaja setelah ia menyatakan beriman kepada Allah, melainkan ia harus melalui ujian atau cubaan pula.
Rasulullah s.a.w bersabda bahawa sabar itu ada tiga:
  1. Sabar terhadap bencana.
  2. Sabar berlaku taat.
  3. Sabar menjauhi perbuatan derhaka.
Barangsiapa sabar terhadap bencana, maka dicatat baginya tiga ratus darjat yang jaraknya jauh antara tiap-tiap dua darjat seperti jauhnya antara langit dan bumi.
Barangsiapa sabar berlaku taat, maka dicatatkan baginya enam ratus darjat yang jarak jauhnya antara dua darjat seperti jarak jauh antara permukaan bumi yang paling atas dengan dasar bumi yang ketujuh.
Barangsiapa sabar menjauhi perbuatan derhaka, maka dicatatkan baginya sembilan ratus darjat, yang jaraknya jauh antara tiap-tiap dua darjat seperti jarak jauhnya antara Arsy dengan bumi."

Hadis Mengenai Cium

Daripada Ibn Umar R.A. menceritakan satu kisah, “ketika kami semua datang berjumpa Nabi SAW, kami mencium tangan baginda”. (HR Abu Daud).

Hadis yang cukup ringkas menunjukkan sunat mencium tangan Nabi SAW ketika berjabat tangan dan Islam mengharuskan mencium tangan orang yang lebih tua atau lebih alim dari kita, mudah-mudahan dapat mendidik jiwa kita kearah kebaikan.

Daripada huraian lanjut semasa kulian Ust Dr Abdul Basit bin Abdul Rahman di Pondok Sungai Durian, beliau menjelaskan lagi bahawa mencium tangan orang-orang yang solleh dibolehkan tetapi haram mencium tangan kerana pangkat, dan jangan jadikan cium tangan sebagai adat.

Dan 3 syarat untuk mencium tangan ketika berjabat tangan (diingatkan bersalam antara bukan muhrim jelas haram);

1) Jangan jadikannya sebagai adat
2) Jangan menjadikan orang takbur bila tangan dicium
3) Jangan cium tangan kerana dunia

Bagaimana pula dengan budaya memeluk dan mencium tetamu ketika mengunjungi rumah? Islam menyarankan agar menghormati tetamu dan menyambutnya dengan cara yang baik. Daripada perbincangan, seseorang itu disunatkan memeluk dan mencium tetamu yang baru datang
(yang muhrim sahaja)

Sekiranya tetamu itu terdiri daripada orang yang baik, dikenali dan perlakuan itu tidak mendatangkan fitnah. Boleh peluk/cium jika bukan jadi adat kerana lama tak jumpa, tetapi bukannya cium di mulut. Ini jelas daripada hadis ke7 yang bermaksud;

Daripada ‘Aisyah R.A. katanya, "Zaid bin Harisah datang ke Madinah al-Munawarah sedangkan Rasulullah SAW ketika itu berada dirumahku. Zaid pun datang lalu mengetuk pintu. Kemudian Nabi SAW segera berdiri sambil menyambar jubah kemudian Baginda memeluk dan mencium Zaid" (HR At-Tirmizi).

Ust Dr Abdul Basit melanjutkan perbincangan Hadis ke 9 dalam kitab Riyadhu Solehin jilid 5 yang bermaksud;

Daripada abu Hurairah R.A. katanya, bahawa Nabi SAW telah mencium Hasan bin Ali R.A. Maka Akra' berkata "sesungguhnya aku mempunyai 10 orang anak, tetapi tidak pernah mencium seorang pun daripada mereka". Kemudian Nabi SAW pun bersabda "sesiapa yang tidak berbelas kasihan kepada orang lain, nescaya ia tidak dibelas kasihani oleh Allah". (HR al-Bukhari & Muslim).


Daripada hadis jelas menunjukkan bahawa

1) Islam menggalakkan umatnya mencurahkan kasih sayang kepada kanak2.
2) Sunat mencium kanak2 sebagai tanda kasih kepada mereka.
3) Rasulullah SAW mengingatkan umatnya bahawa seseorang yang tidak mengasihi orang lain, tidak akan dikasihi Allah.



Menurut Ust Dr Abdul Basit dibolehkan mencium budak kecil atas dasar syafaqah, kesian belas & rahmat (sunnah).
Terdapat 5 jenis ciuman yang dibolehkan;

1) CIum sayang (antara ayah-anak)
2) Cium rahmat (antara anak-ayah)
3) Cium syafaqah (sesama saudara seMuslim) kerana agama.
4) Cium syawat (antara suami isteri)
5) Cium tamam (selamat dating-biasanya di tangan).

Diingatkan sekali lagi bahawa ciuman yang HARAM ialah lelaki & wanita yang tidak muhrim dan ciuman sesama jenis kerana nafsu/syawat.


Menurut Ust Abdul Basit lagi, hukum ciuman ini berbeza mengikut mazhab iaitu;

1) Mazhab Hanafi; makruh mencium mulut antara sesama lelaki & harus mencium tangan orang alim / pemimpin yang alim

2) Mazhab Maliki; Makruh cium tangan/ berpelukan sesama lelaki

3) Mazhab Syafi'e; sunat cium kerana agama, sunat cium tangan kerana dia alim

4) Mazhab Hambali; dibolehkan jika cium kepala

-ijoks2009-
Apa yang dikesali zaman kini budaya bercium bukan muhrim seakan di promosikan secara besar-besaran di media-media ,apa taknya setiap hari kita ditayangkan dengan adegan-adegan sebegini dalam drama dan filem2 arahan dan terbitan orang Islam sendiri.

Monday, November 28, 2011

Nifaq


(Daripada kuliah Maghrib-Isyak Khamis 19-2-2009 Ustaz Fairuz)



Wahai orang-orang beriman, berbekallah dan sebaik-baik bekalan adalah taqwa. Kita patut bersyukur kepada Allah disebabkan memperkenankan kita berada dalam majlis ilmu, sesungguhnya majlis ilmu ini ialah raudhatul jannah atau taman-taman syurga. Pada akhir majlis para malaikat akan isytiharkan bahawa ahli majlis ilmu akan dirahmati Allah.


Hari ini kita akan bincang tentang satu lagi penyakit hati,minggu lepas kita sudah membincangkan tentang takabbur dan ujub,minggu ni kita akan bincang tentang nifaq. Nifaq ni kalau kat Malaysia kita selalu sebut api dalam sekam, gunting dalam lipatan,duri dalam daging atau apa-apa lagi. Kebanyakan kerajaan Islam tumbang disebabkan pengikutnya ada penyakit nifaq ni.  

Di Makkah nabi berdepan dengan kafir quraisy,senang,kenapa? Sebab mereka terang-terang menentang tapi di Madinah nabi berdepan dengan golongan Munafiqin,susah,sebab pada zahirnya mereka beriman tapi hakikatnya mereka kufur. Uhud,Ahzab,Khaibar, semuanya ada kaitan dengan orang Munafiq.


Perang Uhud Islam kalah disebabkan golongan Munafiqin. Pada awalnya Islam mempunyai tentera seramai 1000 orang menentang Quraisy 3000 orang di bawah pimpinan Khalid Al-Walid. Tapi semasa peperangan, bapa Munafiq,Abdullah Bin Ubai telah berjaya menarik 300 orang daripada 1000 orang untuk menarik diri,akibatnya,umat Islam mengalami kekalahan.


Walaubagaimanapun,orang munafiq ini tetap Islam,jadi Rasulullah menyembahyangkan mereka apabila mereka mati. Setelah Rasulullah solat mayat orang munafiq,Allah menegur Rasulullah dan selepas itu Rasulullah tidak solat lagi mayat orang munafiq. Seorang sahabat Rasulullah dapat mengesan orang munafiq,sahabat yang dimaksudkan adalah Huzaifah Al-Yamamin. Sahabat-sahabat akan tengok perbuatan Huzaifah untuk mengetahui adakah seseorang itu munafiq atau tidak kerana Huzaifah juga tidak solat mayat orang munafiq.


Nifaq ini berasal daripada tindakan atau perbuatan binatang padang pasir yang bernama Yarmok(sejenis dhob). Binatang ini menunjukkan lubang masuknya tetapi menyembunyikan lubang keluar seolah-olah apabila dia masuk lubang,dia tidak akan keluar lagi. Nifaq dari segi syara bermaksud tidak menzahirkan apa yang terpendam. Nifaq terbahagi kepada dua,nifaq akbar(besar) dan nifaq asghor(kecil).


Nifaq akbar berkaitan dengan aqidah. Cara orang yang mempunyai nifaq akbar menjatuhkan Islam adalah dengan menghina atau menjatuhkan para sahabat,menjatuhkan quran dan sunnah dan melemahkan Islam. Ada kawan saya tahun lepas buat PhD dekat UK kena buat satu assignment yang berkisar tentang kelemahan Islam dan Al-Quran.Nampak biasa je tapi inilah cara orang munafiq cuba menjatuhkan Islam.


Nifaq asghor pula berkaitan dengan Ibadah dan biasanya nifaq ini orang tidak perasan. Dalam satu hadis nabi yang tersohor tentang ciri-ciri orang munafiq yakni apabila mereka berkata-kata mereka dusta,apabila mereka berjanji mereka mungkiri,apabila diberi amanah mereka khianati dan apabila bergaduh mereka berlebih-lebih.


Di akhirat esok,orang munafiq ini lagi hina daripada orang kafir,mereka berada pada ‘fi darqi minnan nar’ atau ha,sahabat kita ni sebut ‘patak’ neraka, dasar neraka.

[Credit to http://azzariyat.com]

Saturday, November 5, 2011

Korban : The Miracle of Slaughtering in Islam




The Miracle of Slaughtering in Islam
=======================

This is a question-answer session with a medical practitioner on the benefits of the Islamic method of slaughtering animals.
- Question: Dr. John, if the veins that are in the front part of the neck of the animal are cut, what would happen to that animal?

- Dr. John: Scientifically speaking, when an animal or human has his veins that are found in the front part of the neck cut, he will faint immediately.
To clarify, he said that if someone was strangled, he would suffer extreme dizziness and lack of concentration because it is difficult for the blood to reach the brain, and if the duration of strangling was longer, he will lose sensation and faint.

- Question: So, cutting the veins that are in the front part of the neck of the slaughtered animal and letting the blood flow outside its body leads to unconsciousness?

- Dr. John: Yes, definitely.

- Question: Does the slaughtered animal feel any pain immediately after having its neck cut?

- Dr. John: Of course not, as it is totally unconscious.

- Question: Then, why does the animal do such spasmodic movements that give the feeling that it is in pain?

- Dr. John: This is because when the veins are cut without breaking the bones of the slaughtered animal’s neck, which is exactly the case in the Islamic way of slaughtering, the brain does not receive blood while the cerebrum is still alive and the neurological system that is at the back part of the neck is still linked to all the systems of the body. Thus, the neurological system sends signals to the heart, the muscles, the intestines and all the cells of the body to send blood to the cerebrum. This makes all the cells, intestines and muscles of the body make spasmodic movements to push the blood to the heart which sends the blood to the brain. However, the blood leaves the animal’s body instead of going to the brain because the veins of the neck are already cut. The neurological system continues to send signals and blood leaves the animal’s body until all the blood flows out. The widespread idea that animals suffer from pain when slaughtered by this method was scientifically proven to be wrong as animals faint and totally lose sensation as soon as the veins are cut.

- Question: Medically speaking, is it better to leave the blood inside the body of the animal or let the blood flow out of the body?

- Dr. John: Blood is one of the most fertile environments where germs grow and it also carries substances that are harmful for the human body. So, if the blood remained in the meat directly after the death of the animal, it will be a fertile environment for germs, in addition to the harmful substances that are present in it.

- Question: What do you think of the other ways of slaughtering animals especially the way that is used in most European countries which is hitting the animal on its head so that it would faint, then slaughtering it afterwards?

- Dr. John: This method has dangerous ramifications on the health of humans. This is because the animal dies slowly when it is hit in this method and this causes the membrane that lines the large intestines to lose its ability to retain the bacteria that is in the large intestines. Therefore, the bacteria penetrates the body of the animal, finds the blood and swims in it while interacting with it until it spreads throughout the entire body of the animal. The safest way of eating meat that is free from blood and bacteria is by getting rid of the blood of the animal and letting it flow out.

Praise be to Allaah for the blessing of Islam!
from the pagre: facebook.com/saidaboutislam

Gangguan Seksual

 

Lelaki... kuat kn iman mu agar mu trus mnjadi pemimpin bgy wanita2...
Trus kn pejuangan agr tidak terlentok dgn maksiat..
♥ Wanita diri mu bgaikan jaringan syaitan.
♥ Tegas kn nada mu agar tdak mnggoda mreka.
♥ Tutupi la aurat mu agar tdak di hisab pd hari akhirat.
♥ Jagela akhlak, pnampilan, suara, berDAKWAH la tanpa henti.
(sper kter wnita x leh berdakwah?? di galakkan)


Malu itu indah,
Malu itu fitrah,
jangan la mnjadi org yg langsung tidak tahu malu..
Bergaul bebasnyer sesame lelaki dan perempuan..
Spatutnya akhlak seorg MUSLIM mnjadi cth kpd org kafir..
tpi semua tu da terbalik..org islam ikut kafir, and kafir ramai da nmpk islam itu cntik, tenang, selamat, dan sejajr dgn hukum mnusia...
Berpada-pada dan jaga la iman sesama sndri....

♥ sifat malu dgamparkan sbgai pokok kpd akhlak seseorng.
♥ malu mampu mnghalang s'seorg dripd berbuat sesuka ati.

♥ ♥ Malu adlh sifat indah yg dianugerahkan ALLAH kpd hambnyer ♥ ♥

"wahai gadis2 sdar kah dgn sifat malu mu ini la dpt memikat ati lelaki dan sifat malu mu ini la dpt mngelak kan fitnah dan krn sifat malu ini la mndkat kn dri kpd cinta ALLAH..... sburkan cinta mu pda ALLAH agar ati x terlena dgn shahwat dunia"

Sila klik 'LIKE' selepas baca♥ 

Friday, November 4, 2011

Izinkan Abang Nikah Satu Lagi...

Jangan lupa untuk tekan butang 'LIKE' selepas anda baca♥
"Sayang, Abang minta izin untuk nikah sorang lagi," Aliyah yang sedang melipat kain, terdiam seketika. Mungkin terkedu. Adakah pendengarannya kian kabur lantaran usianya yang kian beranjak. Adakah dialog tadi hanya dilafazkan di dalam TV, sementelah TV juga dipasang. Tapi, ahh bukanlah.

TV sedang menayangkan iklan Sunsilk, mustahil sudah ada siri baru iklan Sunsilk?

Dia menghela nafas panjang.

Dia memandang sekali imbas wajah Asraf Mukmin, kemudian tersenyum. Meletakkan kain yang telah siap dilipat di tepi, bangun lantas menuju ke dapur. Langkahnya diatur tenang. Segelas air sejuk diteguk perlahan. Kemudian dia ke bilik Balqis, Sumayyah, Fatimah. Rutin hariannya, mencium puteri-puterinya sebelum dia masuk tidur. Dahulu, semasa puterinya kecil lagi, rutin itu dilakukan dengan suaminya. Kini, anak-anak kian beranjak remaja. Kemudian, dia menjenguk bilik putera bujangnya yang berdua, si kembar, Solehin dan Farihin. Pengabisannya dia kembali kepada suaminya.

Asraf Mukmin hanya diam, membatu diri. Dia amat mengenali isterinya. Jodoh yang diatur keluarga hampir 16 tahun yang lepas menghadiahkan dia sebuah keluarga yang bahagia, Aliyah adalah ikon isteri solehah. Namun, kehadiran Qistina, gadis genit yang menjawat jawatan pembantu tadbir kesetiausahaan di jabatannya benar-benar membuatkan dia lemah.

"Kau mampu Asraf, dengan gaji kau, aku rasa kau mampu untuk beri makan 2 keluarga," sokongan Hanif, teman sepejabat menguatkan lagi hujah apabila dia berdepan dengan Aliyah.

" Abang Asraf, Qis tak kisah. Qis sanggup bermadu jika itu yang ditakdirkan. Bimbinglah Qis, Qis perlukan seseorang yang mampu memimpin Qis," masih terngiang-ngiang bicara lunak Qis.

Akhir-akhir ini, panas rasanya punggung dia di rumah. Pagi-pagi, selesai solat subuh, cepat-cepat dia bersiap untuk ke pejabat. Tidak seperti kelaziman, dia akan bersarapan berjemaah bersama isteri dan anak- anak. Aduhai, penangan Qis gadis kelahiran Bumi Kenyalang benar-benar menjerat hatinya.

" Abang , Aliyah setuju dengan permintaan Abang. Tapi, Aliyah nak berjumpa dengan wanita tu," Lembut dan tenang sayup-sayup suara isterinya. Dia tahu, Aliyah bukan seorang yang panas baran. Aliyah terlalu sempurna, baik tetapi ahh hatinya kini sedang mengilai wanita yang jauh lebih muda.

"Bawa dia ke sini, tinggalkan dia bersama Aliyah selama 1 hari saja, boleh?" pelik benar permintaan isterinya. Hendak dipengapakan apakah buah hatinya itu? Namun, tanpa sedar dia menganguk, tanda setuju. Sebab, dia yakin isterinya tidak akan melakukan perkara yang bukan-bukan. Dan hakikatnya dia seharusnya bersyukur. Terlalu bersyukur. Kalaulah isterinya itu wanita lain, alamatnya perang dunia meletus lah jawabnya. Melayanglah periuk belanga. Ehhh, itu zaman dulu-dulu. Zaman sekarang ni, isteri-isteri lebih bijak.

Teringat dia kisah seorang tentera yang disimbah dengan asid, gara-gara menyuarakan keinginan untuk menambah cawangan lagi satu. Kecacatan seumur hidup diterima sebagai hadiah sebuah perkahwinan yang tidak sempat dilangsungkan. Dan dia, hanya senyuman daripada Aliyah.

"Apa, nak suruh Qis jumpa dengan isteri Abang," terjegil bulat mata Qis yang berwarna hijau. "Kak Aliyah yang minta," masih lembut dia memujuk Qis.

"Biar betul, apa dia nak buat dengan Qis?" "Takutlah Qis, silap haribulan dia bunuh Qis!" terkejut Asraf Mukmin. "Percayalah Qis, Aliyah bukan macam tu orangnya. Abang dah lama hidup dengannya. Abang faham," Qistina mengalih pandangannya.

Mahu apakah bakal madunya berjumpa dengannya? Dia sering disogokkan dengan pelbagai cerita isteri pertama membuli isteri kedua. Heh, ini Qistina lah. Jangan haraplah jika nak membuli aku. Desis hati kecil Qistina. Hari ini genap seminggu Qistina bercuti seminggu. Seminggu jugalah dia merindu. Puas dicuba untuk menghubungi Qistina, namun tidak berjaya. Rakan serumah menyatakan mereka sendiri tidak mengetahui ke mana Qistina pergi. Genap seminggu juga peristiwa dia menghantar Qistina untuk ditemuduga oleh Aliyah. Sedangkan dia diminta oleh Aliyah bermunajat di Masjid Putra. Di masjid itu, hatinya benar-benar terusik. Sekian lamanya dia tidak menyibukkan dirinya dengan aktiviti keagamaan di masjid Putra.

Dulu, sebelum dia mengenali Qistina, saban malam dia akan bersama dengan Aliyah serta anak-anaknya, berjemaah dengan kariah masjid. Kemudian menghadiri majlis kuliah agama. Membaca Al-Quran secara bertaranum itu adalah kesukaannya. Namun, lenggok Qistina melalaikannya. Haruman Qistina memudarkan bacaan taranumnya. Hatinya benar-benar sunyi. Sunyi dengan tasbih, tasmid yang sering dilagukan. Seharian di Masjid Putra, dia cuba mencari dirinya, Asraf Mukmin yang dulu. Asraf Mukmin anak Imam Kampung Seputih. Asraf Mukmin yang asyik dengan berzanji. Menitis air matanya. Hatinya masih tertanya-tanya, apakah yang telah terjadi pada hari itu. Aliyah menunaikan tanggungjawabnya seperti biasa. Tiada kurangnya layanan Aliyah. Mulutnya seolah-olah terkunci untuk bertanya hal calon madu Aliyah.

Tit tit... sms menjengah masuk ke kantung inbox hensetnya. "Qis minta maaf. Qis bukan pilihan terbaik utk Abang jadikan isteri. Qis tidak sehebat kak Aliyah. Qis perlu jadikan diri Qis sehebatnya untuk bersama Abang.
"

Dibawah hensetnya, ada sekeping sampul besar.

Kepada: Asraf Mukmin, Suami yang tersayang...

Asraf Mukmin diburu kehairanan. Sampul berwarna cokelat yang hampir saiz dengan A4 itu dibuka perlahan.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasihani.

Salam sejahtera buat suami yang tercinta, moga redhaNya sentiasa mengiringi jejak langkahmu. Abang yang dikasihi, genap seminggu sesi temuduga yang Aliyah jalankan pada Qistina. Terima kasih kerana Abang membawakan Aliyah seorang calon madu yang begitu cantik. Di sini Aliyah kemukakan penilaian Aliyah.

1. Dengan ukuran badan ala-ala model, dia memang mengalahkan Aliyah yang sudah tidak nampak bentuk badan. Baju- bajunya memang mengikut peredaran zaman. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tak sanggup Abang diheret ke neraka kerana menanggung dosa. Sedangkan dosa Abang sendiri pun, masih belum termampu untuk dijawab di akhirat sana , apatah lagi Abang nak menggalas dosa org lain. Aliyah sayangkan Abang...

2. Aliyah ada mengajak dia memasak. Memang pandai dia masak, apatah lagi western food. Tapi, Aliyah sayangkan Abang. Aliyah tahu selera Abang hanya pada lauk pauk kampung. Tapi tak tahulah pula Aliyah kalau-kalau selera Abang sudah berubah. Tapi, Aliyah masih ingat lagi, masa kita sekeluarga singgah di sebuah restoran western food, Abang muntahkan semua makanan western food tu. Lagi satu, anak-anak kita semuanya ikut selera ayah mereka. Kesian nanti, tak makan la pula anak-anak kita. Aliyah sayangkan Abang...

3. Aliyah ada mengajak dia solat berjemaah. Kelam kabut dibuatnya. Aliyah minta dia jadi Imam. Yelah, nanti dia akan menjadi ibu pada zuriat Abang yang lahir, jadinya Aliyah harapkan dia mampu untuk mengajar anak-anak Abang untuk menjadi imam dan imamah yang beriman. Tapi, kalau dia sendiri pun kelam kabut memakai telekung... Aliyah sayangkan Abang...

Abang yang disayangi, cukuplah rasanya penilaian Aliyah. Kalau diungkap satu persatu, Aliyah tak terdaya. Abg lebih memahaminya. Ini penilaian selama 1 hari, Abang mungkin dapat membuat penilaian yang jauh lebih baik memandangkan Abang mengenalinya lebih dari Aliyah mengenalinya.

Abang yang dicintai, di dalam sampul ini ada borang keizinan berpoligami. Telah siap Aliyah tandatangan. Juga sekeping tiket penerbangan MAS ke Sarawak. Jika munajat Abang di Masjid Putra mengiayakan tindakan Abang ini, ambillah borang ini, isi dan pergilah kepada Qistina. Oh ya, lupa nak cakap, Qistina telah berada di Sawarak. Menunggu Abang... Aliyah sayangkan Abg...

Tetapi jika Abg merasakan Qistina masih belum cukup hebat untuk dijadikan isteri Abang, pergilah cari wanita yang setanding dengan Aliyah... Aliyah sayangkan Abg.

Tetapi, jika Abg merasakan Aliyah adalah isteri yang hebat untuk Abangg.. tolonglah bukakan pintu bilik ni. Aliyah bawakan sarapan kegemaran Abang, roti canai.. air tangan Aliyah.

Salam sayang, Aliyah Najihah binti Mohd Hazery.

Jangan lupa untuk tekan butang 'LIKE' selepas anda baca♥